Pengaruh Pemberian Jenis dan Takaran Mulsa Organik Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Cabai Rawit Varietas Hiyung Pada Lahan Rawa Lebak

Penulis

  • Rizki Tri Astuti Universitas Lambung Mangkurat
  • Joko Purnomo
  • Bambang Fredrickus

DOI:

https://doi.org/10.20527/agrogreen.v0i0.3301

Kata Kunci:

Lahan basah, bahan organik, hortikultura.

Abstrak

            Penelitian ini dilakukan dari Mei sampai dengan Agustus 2019, dilahan rawa lebak desa Hiyung, Kabupaten Tapin.  Penelitian mengenai pertumbuhan dan hasil cabai rawit Hiyung terhadap pemberian jenis dan takaran dalam masing-masing jenis mulsa organik.  Metode eksperimental dirancang berdasarkan desain tersarang dua faktor dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) diulang sebanyak tiga kali.  Faktor pertama  jenis mulsa organik dimana j1 = mulsa eceng gondok, j2 = mulsa jerami padi dan j3 = mulsa gulma insitu dan faktor yang kedua adalah takaran dalam masing-masing jenis mulsa organik (t), terdiri dari tiga taraf  yaitu 15, 30 dan 45 ton ha-1.  Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman; jumlah buah per tanaman; berat buah per tanaman dan hasil per hektar.  Data menunjukkan pemberian jenis mulsa organik berpengaruh sangat nyata pada berat buah pertanamandan hasil per hektar.  Jenis mulsa eceng gondok memiliki berat tertinggi yaitu pada berat buah per tanaman menghasilkan 225.92 g atau 1.81 ton ha-1.  Pada perlakuan takaran dalam masing-masing jenis mulsa organik menunjukkan hasil yang tidak berpengaruh nyata pada semua variabel pengamatan.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2025-07-31

Cara Mengutip

Astuti, R. T., Purnomo, J., & Fredrickus, B. (2025). Pengaruh Pemberian Jenis dan Takaran Mulsa Organik Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Cabai Rawit Varietas Hiyung Pada Lahan Rawa Lebak. AgroGreen, 138–144. https://doi.org/10.20527/agrogreen.v0i0.3301