MUSEUM SUNGAI DI BANJARMASIN
DOI:
https://doi.org/10.20527/jtamlanting.v10i2.871Kata Kunci:
Museum, Sungai, Banjarmasin, Point of View, Sense of PlaceAbstrak
Museum sungai di Banjarmasin adalah wadah untuk mengabadikan eksistensi sungai di Banjarmasin. Eksistensi sungai berkurang fungsi dan keberadaannya hingga berubah menjadi sungai mati. Eksistensi sungai dipengaruhi oleh kebudayaan sungai. Kebudayaan sungai dibentuk oleh masyarakat yang hidupnya bergantung pada sungai. Oleh karena itu, untuk mengabadikan informasi-informasi terkait hal tersebut, diupayakan dengan pelestarian dan pengkomunikasiannya kepada masyarakat dengan mewujudkan museum sungai.Untuk mewujudkan museum sungai, digunakan konsep point of view yang menceritakan narasi museum berdasarkan waktu, tempat, dan pelaku. Konsep tersebut didukung dengan penerapan metode sense of place. Dengan demikian, museum sungai dapat membuat pengunjung teredukasi dan berempati terhadap sungai di Banjarmasin.