BANJARMASIN FUTSAL CENTER
DOI:
https://doi.org/10.20527/jtamlanting.v9i2.682Kata Kunci:
Futsal, Gedung Olahraga, RepresentatifAbstrak
Banjarmasin Futsal Center muncul sebagai jawaban atas beberapa permasalahan yang ada dalam dunia futsal di Banjarmasin. Permasalahan yang dimaksud adalah kurang memadainya fasilitas pada sebagian besar futsal center yang ada di Banjarmasin. Selain itu, citra bangunan dari futsal center tersebut juga turut menjadi masalah, yang mana kurang mencerminkan citranya sebagai suatu gedung olahraga, Metode arsitektur yang digunakan dalam menjawab permasalahan tersebut adalah metode architectural programming dengan merujuk kepada standarisasi ruang pada gedung olahraga yang meliputi ruang-ruang yang harus tersedia pada gedung olahraga beserta standar minimal ukuran ruang tersebut. Konsep representatif juga digunakan sebagai dukungan dalam memberikan gambaran mutlak tentang citra gedung olahraga kepada masyarakat. Gedung olahraga pada dasarnya tidak memiliki ciri-ciri khusus terkait citra bangunannya yang tercantum dalam sebuah teori, maka dari itu Banjarmasin Futsal Center dirancang dengan melakukan pendekatan kepada stadion sepakbola terutama dari segi bentuknya sehingga dapat dikenal sebagai “Mini Stadium”.