RUMAH SINGGAH KUCING DI BANJARMASIN
DOI:
https://doi.org/10.20527/jtamlanting.v9i2.564Kata Kunci:
Cat Shelter, Sustainable Architecture, Cat WelfareAbstrak
Populasi kucing per tahun kian meningkat di dunia, sayangnya peningkatan populasi kucing juga berbanding lurus dengan banyaknya kasus penganiayaan yang terjadi. Terbukti di Banjarmasin sendiri masih sering didapati tindak penganiayaan, baik sengaja maupun tidak sengaja. Merespons dari permasalahan tersebut, perlunya sebuah tempat atau bangunan yang menampung kucing-kucing terlantar berupa rumah singgah. Perancangan Rumah Singgah Kucing di Banjarmasin adalah fasilitas yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan fisik dan psikologis kucing dengan menerapkan pendekatan desain yang ramah lingkungan. Pendekatan konsep menggunakan arsitektur berkelanjutan menurut Paola Sassi, sebagai penyelesaian masalah dengan strategi tata guna lahan, kesehatan, material, energi, dan air, maka terbentuklah desain bangunan yang sehat dan bermanfaat bagi penghuni.