PUSAT PEMBINAAN ANAK JALANAN KOTA BANJARMASIN

Penulis

  • Ajeng Larasati Prodi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat
  • Gusti Novi Sarbini Prodi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

DOI:

https://doi.org/10.20527/jtamlanting.v9i2.563

Kata Kunci:

Youth Development Center, Creative, Home, Third Place, Flexible Architecture

Abstrak

Anak Jalanan merupakan individu yang unik dan kreatif, Anak Jalanan berada di pusat kota namun terpinggirkan dari pusat perhatian. Anak Jalanan perlu diberi kesempatan dan pilihan untuk belajar mengembangkan potensi diri. Sudut – sudut Kota Banjarmasin sebagai wadah tinggal Anak Jalanan belum bisa menjadi rumah bagi Anak Jalanan. Pusat Pembinaan Anak Jalanan merupakan tempat untuk mengembangkan potensi diri Anak Jalanan melalui bidang kreatif dengan sense of Home di dalam rancangan. Wadah yang menjadi pusat Anak Jalanan untuk bisa mengekspresikan diri melalui karya dan mendapatkan kesempatan belajar tanpa pengekangan ruang . Pusat Pembinaan Anak Jalanan juga menjadi wadah Masyarakat kota untuk mengapresiasi potensi  Anak Jalanan. Strategi perancangan menggunakan metode Third Place sebagai ruang interaksi dan solusi permasalahan menggunakan konsep Flexible Architecture sehingga ruang terdefinisikan tidak melalui fungsinya saja namun potensi ruang itu sendiri.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2020-08-31