KLINIK UTAMA REHABILITASI MEDIK DI BANJARMASIN
DOI:
https://doi.org/10.20527/jtamlanting.v9i1.543Kata Kunci:
Main clinic, medical rehabilitation, healing environmentAbstrak
Seiring perkembangan ilmu kedokteran dan kebutuhan masyarakat, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengeluarkan program di tahun 2017, yakni JKN atau Jaminan Kesehatan Nasional salah satunya tentang meningkatkan kuantitas dan kualitas pelayanan kesehatan.. Berdasarkan program tersebut Kementerian Kesehatan mengharapkan adanya persebaran fasilitas kesehatan di setiap daerah. Di Banjarmasin fasilitas kesehatan rehabilitatif masih kurang memenuhi secara kualitatif dan kuantitatifnya, salah satu fasilitas kesehatan rehabilitasi yaitu fasilitas rehabilitasi medik. Pasien rehabilitasi medik di rumah sakit di Kota Banjarmasin terus meningkat, sehingga pelayanan di rumah sakit menjadi kurang maksimal, karena itu diperlukan tambahan pelayanan rawat jalan melalui klinik. Keadaan di lapangan jumlah klinik rehabilitasi medik masih belum tersebar merata di Kota Banjarmasin dan secara kualitas klinik pada Kota Banjarmasin belum memenuhi persyaratan kebutuhan lingkungan fisik dimana lingkungan fisik merupakan faktor terbesar yang mempengaruhi proses penyembuhan. Pendekatan healing environment digunakan sebagai metode dan konsep penyelesaian masalah. Metode yang dilakukan yaitu dengan menentukan dan menganalisis fakta dari pelayanan rehabilitasi medik kemudian menerapkan aspek healing environment ke ruang. Aspek healing environment ini terdiri dari aspek alam, indera, dan psikologi.