LAYANAN JAGA KESEHATAN MENTAL DAN EMOSI REMAJA DI KALIMANTAN SELATAN
DOI:
https://doi.org/10.20527/jtamlanting.v15i1.3823Kata Kunci:
Kesehatan Mental, Remaja, Healing Environment, Lingkungan PreventifAbstrak
Meningkatnya kasus gangguan mental dan emosional pada remaja di Kalimantan Selatan, khususnya di Kota Banjarbaru, menunjukkan perlunya sebuah wadah preventif yang dapat membantu remaja dalam menjaga kesehatan mental dan emosinya. Minimnya fasilitas layanan kesehatan mental yang ramah remaja serta masih kuatnya stigma negatif terhadap gangguan jiwa menjadi tantangan utama. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah layanan kesehatan mental berbasis pendekatan Healing Environment yang mampu menciptakan lingkungan preventif. Metode perancangan yang digunakan dalam perancangan ini adalah dengan menggunakan metode Healing Environment yang mana elemen-elemen desain yang diterapkan dalam bangunan dan tapak meliputi pencahayaan alami, ventilasi silang, penggunaan warna yang menenangkan, integrasi ruang terbuka hijau, serta penyediaan fasilitas seperti ruang hipnoterapi, ruang seni, ruang ekspresi, dan ruang aktivitas spiritual. Hasil perancangan menunjukkan bahwa lingkungan fisik yang dirancang secara sadar dan alami mampu memberikan dampak positif terhadap kondisi psikologis remaja. Dalam konteks ini, arsitektur tidak hanya berperan sebagai wadah aktivitas, tetapi juga sebagai media penyembuhan dan pencegahan (preventif) terhadap risiko gangguan mental agar tidak berdampak ke arah yang lebih serius. Melalui pengintegrasian berbagai ruang fungsional seperti ruang hipnoterapi, ruang cerita kita, ruang seni lukis, ruang tulis, studio musik, serta ruang edukatif seperti aula seminar dan area diskusi yang menyangkut ke ranah spiritual, rancangan ini mendukung ekspresi emosi dan interaksi sosial secara sehat. Dukungan dari elemen-elemen alami seperti pencahayaan alami, ventilasi silang, visual hijau, dan ruang terbuka memperkuat suasana yang menenangkan dan menyegarkan jiwa.