PERPUSTAKAAN ANAK SEBAGAI COMMUNAL SPACE DI KOTA BANJARBARU
DOI:
https://doi.org/10.20527/jtamlanting.v14i2.3504Kata Kunci:
Anak, Membaca, Berkumpul, Perpustakaan, Ruang Komunal, Arsitektur HybridAbstrak
Pada pertumbuhannya, anak memiliki imajinasi yang sangat luas. Dengan sering mengajak anak-anak untuk membaca, menonton video atau film edukasi yang mendidik sesuai dengan usia anak dapat meningkatkan imajinasinya. Untuk menanggapi hal tersebut maka diperlukan sebuah wadah pendidikan informal yang rekreatif dan edukatif yaitu perpustakaan anak sebagai ruang komunal. Perpustakaan ini dibuat semenarik mungkin untuk memupuk anak-anak agar senang dan ingin selalu datang ke perpustakaan dan melakukan kegiatan membaca sambil berkumpul dan bagaimana membuat sebuah perpustakaan anak yang menjadi tempat edukasi sekaligus rekreasi. Dari hal tersebut dapat disimpulkan metode yang digunakan menggunakan pendekatan arsitektur hybrid sebagai pertimbangan rancangan dalam mewadahi fungsi perpustakaan yang dimana memiliki dua fungsi yang berbeda. Hal ini diwujudkan dalam konsep kolaborasi ruang atau ruang yang dikombinasikan agar menciptakan ruang yang fleksibel dan saling menguntungkan serta menciptakan suasana membaca sambil berkumpul.