SCIENCE TECHNOPARK: PUSAT HILIRISASI RISET LAHAN BASAH
DOI:
https://doi.org/10.20527/jtamlanting.v14i2.3503Kata Kunci:
Lahan Basah, Pusat Hilirisasi, Sains dan Teknologi, Eco-tech ArchitectureAbstrak
Science Technopark merupakan salah satu strategi pemerintah Indonesia menghadapi tantangan revolusi industri 4.0 dan 5.0. Science Technopark umumnya dapat ditemui di wilayah pulau Jawa dan Sumatera. Maka dari itu, Science Technopark di pulau Kalimantan khususnya Kalimantan Selatan sangat diperlukan untuk pemerataan pembangunan. Terlebih lagi daerah ini memiliki aspek komoditas unggulan yang harus dilestarikan yakni lahan basah, namun potensi lahan basah masih belum optimal dan eksistensinya mulai terancam. Science Technopark ditawarkan sebagai solusi untuk hilirisasi hasil kajian lahan basah sekaligus untuk mengembangkan potensi lahan basah dan mengantisipasi kerusakan ekosistem lahan basah. Oleh karena itu, perancangan Science Technopark: Pusat Hilirisasi Riset Lahan Basah Bertujuan untuk mengoptimalkan potensi dan mempertahankan eksistensi lahan basah. Perancangan ini menggunakan metode analogi positif untuk menggabungkan alam dan teknologi menjadi satu harmoni, dengan konsep “eco-tech architecture” sebagai solusi atas permasalahan arsitekturalnya. Melalui konsep ini diwujudkan arsitektur yang mampu menyelaraskan teknologi dengan ekosistem lahan basah. Sehingga eksistensi dan potensi lingkungannya menjadi berkelanjutan.