PUSAT BUDIDAYA TANAMAN HIDROPONIK DI BANJARBARU
DOI:
https://doi.org/10.20527/jtamlanting.v14i2.3479Kata Kunci:
Hidroponik, Budidaya, Fungsi, Ruang Efektif, AktivitasAbstrak
Kebutuhan pangan di Kota Banjarbaru berbanding lurus dengan pertumbuhan jumlah penduduk. Kondisi Kota banjarbaru membuat kegiatan bercocok tanam secara umum sulit dilakukan karena keterbatasan lahan yang sesuai untuk aktivitas bercocok tanam beserta dengan pengadaan fasilitas-fasilitas yang berfungsi agar alur aktivitas produksi tanaman hidroponik yang muncul menjadi terarah dan menghasilkan ruang secara efektif. Hal tersebut memunculkan masalah tentang merancang pusat budidaya tanaman hidroponik yang memanfaatkan ruang secara efektif dengan lahan yang terbatas di daerah perkotaan. Metode mengacu pada metode programming ruang yang memetakan setiap bangunan sesuai dengan fungsinya masing-masing dan saling berkaitan satu sama lain. Maka muncul konsep yang diangkat adalah hirarki fungsional dimana aktivitas budidaya hidroponik menjadi yang utama dan elemen-elemen penunjang aktivitas budidaya menjadi efektif mengacu pada metode programming ruang yang menyusun setiap bangunan sesuai dengan fungsi secara efektif dan teratur.