BANJARMASIN CULTURAL CENTER
DOI:
https://doi.org/10.20527/jtamlanting.v14i2.3477Kata Kunci:
Banjarmasin, cultural center, arsitektur Banjar, pelestarian budaya, aruh ganalAbstrak
Banjarmasin sebagai "Kota Seribu Sungai" memiliki kekayaan budaya yang dipengaruhi oleh keberadaan jaringan sungai. Sungai-sungai tersebut tidak hanya membentuk karakter geografis, tetapi juga memainkan peran penting dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat. Namun, modernisasi telah menyebabkan nilai-nilai budaya ini perlahan memudar. Untuk melestarikan dan mengembangkan warisan budaya tersebut, diperlukan fasilitas pengembangan dan pelestarian budaya berupa cultural center. Penelitian ini bertujuan merancang Banjarmasin Cultural Center yang memadukan elemen budaya lokal dengan kebutuhan masyarakat modern. Konsep "aruh ganal" atau perayaan besar diterapkan sebagai pendekatan utama dalam desain, di mana budaya lokal dirayakan dan ditampilkan melalui desain arsitektur modern. Pendekatan analogi digunakan untuk merepresentasikan elemen-elemen budaya Banjar ke dalam rancangan. Hasilnya adalah sebuah desain cultural center yang memperkuat identitas Banjarmasin sebagai "Kota Seribu Sungai" sekaligus menjaga kelestarian budaya lokal dalam menghadapi perubahan zaman.