PUSAT OLAHRAGA PANJAT TEBING DI BANJARBARU

Penulis

  • Farras Nabila Suparman Program Studi Teknik Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat
  • J.C. Heldiansyah Program Studi Teknik Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

DOI:

https://doi.org/10.20527/jtamlanting.v14i1.3170

Kata Kunci:

Panjat Tebing, Banjarbaru, Rekreatif, Arsitektur Kontemporer, Adaptive Space

Abstrak

Olahraga panjat tebing merupakan olahraga yang tidak asing lagi di Indonesia. tetapi dari Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) mengatakan bahwa fasilitas di Banjarbaru masih terbilang minim. Sarana dan fasilitas yang kurang memadai serta tidak menarik ini yang menjadi penyebab kurangnya masyarakat mengenal olahraga ini walaupun olahraganya mulai berkembang cepat. Atlet yang berhasil memenangkan beberapa kejuaraan nasional menjadi kesulitan dengan kurangnya fasilitas yang memadai, masyarakat umum juga tidak bisa mencoba olahraga ini bagi yang tertarik sebagai rekreasi, melakukan sebagai bentuk hobi saja tanpa harus masuk ke dalam organisasi tertentu atau harus menempuh jarak yang cukup jauh untuk melakukan panjat tebing pada pegunungan alami. Untuk itu pusat olahraga panjat tebing yang memenuhi standar serta rekreatif diperlukan di Banjarbaru. Perancangan pusat olahraga panjat tebing di Banjarbaru ini menggunakan metode Arsitektur Kontemporer dengan konsep Adaptive Space dimana ruangan, sirkulasi dan perabot pada bangunan beradaptasi dengan berbagai kegiatan agar dapat berlangsung secara bersamaan dan meningkatkan interaksi sosial.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2025-02-28