LEARNING CENTER DI BANJARBARU
DOI:
https://doi.org/10.20527/jtamlanting.v14i1.3169Kata Kunci:
Learning Center, Arsitektur Hybrid, Mahasiswa, Pendidikan, BelajarAbstrak
Perkembangan teknologi telah membawa perubahan signifikan dalam cara belajar mahasiswa, mendorong mereka untuk mencari lingkungan belajar yang lebih santai dan nyaman di luar institusi pendidikan. Saat ini para mahasiswa cenderung memilih kafe sebagai alternatif tempat mereka melakukan kegiatan belajar namun hal tersebut tidak sesuai dengan fungsi kafe dan sering kali membuat terganggu kepada pengguna kafe yang memang tujuannya hanya untuk makan dan minum. Ketidakcukupan fasilitas belajar di luar institusi pendidikan menciptakan persaingan untuk menemukan ruang belajar yang ideal. Dalam konteks ini, Learning Center muncul sebagai solusi, menawarkan ruang yang dirancang khusus untuk mewadahi dan memenuhi kebutuhan pendidikan mahasiswa. Untuk mewujudkan hal ini konsep perancangan yang diterapkan adalah dengan menggunakan pendekatan Arsitektur Hybrid yang menggabungkan fungsi lingkungan tempat belajar dan kafe. Learning Center menciptakan lingkungan pembelajaran yang inklusif dan mendukung, memenuhi kebutuhan pendidikan dan sosial mahasiswa.