PUSAT PELAYANAN KESEHATAN MENTAL DI BANJARBARU
DOI:
https://doi.org/10.20527/jtamlanting.v14i1.3165Kata Kunci:
rehabilitasi, mental, gangguan neurotik, neuro architectureAbstrak
Naiknya isu tentang kesehatan mental di Indonesia disebabkan oleh semakin tingginya angka penduduk yang mengalami masalah kesehatan mental terutama dialami oleh remaja. Survey juga menunjukkan bahwa jenis gangguan mental yang paling banyak diderita oleh remaja Indonesia adalah gangguan cemas, yakni sekitar 3,7% dan gangguan depresi mayor sekitar 1,0%. Pembangunan pusat pelayanan kesehatan mental yang lengkap dan memadai terutama di Banjarbaru sebagai ibukota provinsi Kalimantan Selatan sangat diperlukan saat ini. Metode yang akan digunakan dalam penyelesaian masalah adalah pendekatan Architecture Psychology. Permasalahan dalam perancangan akan diselesaikan dengan menggunakan pendekatan “Neuro Architecture”. Fokusnya menyoroti dampak signifikan ruang fisik terhadap emosi, perilaku, dan kesejahteraan manusia secara keseluruhan. Implementasinya diwujudkan dengan menciptakan lingkungan binaan sehat yang berbasis unsur alam di lingkungan yang dipadukan dengan pendekatan psikologis, karakter, dan perilaku manusia.