GALERI SENI LUKIS BANJARBARU
DOI:
https://doi.org/10.20527/jtamlanting.v14i1.3158Kata Kunci:
Galeri, seni, kolektif memori, metaforaAbstrak
Galeri seni memiliki peran sebagai sarana para seniman untuk memamerkan karyanya dan sarana masyarakat untuk menikmati serta memperoleh informasi mengenai seni secara non formal. Galeri tidak bisa menjadi lembaga pasif yang hanya menyediakan ruang bagi koleksi karya seni, namun juga harus menyediakan ruang bagi publik untuk “berinteraksi” dengan koleksi karya seni dan dapat memberikan kesan yang kuat. Melalui konsep collective memory dan metode metafora kombinasi diharapkan mampu memberikan kesan kuat dan mendalam serta informatif tersebut bagi para pengunjung. Penerapan Konsep dan metafora ini berfokus pada eksterior bangunan, interior, dan tata lanskap untuk membangun kesan bagi pengunjung melalui visual sehingga tujuan mengedukasi masyarakat melalui arsitekturnya tercapai.