GALERI SASIRANGAN DI BANJARMASIN
DOI:
https://doi.org/10.20527/jtamlanting.v13i2.3045Kata Kunci:
Galeri, Sasirangan, Rangkaian Visual, Budaya, PerservasiAbstrak
Tujuan dari rancangan Galeri Sasirangan di Banjarmasin adalah untuk menjadi media edukasi budaya lokal dan pengingat bagi masyarakat setempat, khususnya generasi mendatang, agar tradisi kain Sasirangan tetap lestari. Kain Sasirangan, yang memiliki berbagai motif dan berasal dari proses rajut khas Kalimantan Selatan, telah menjadi bagian penting dari industri di Banjarmasin. Namun, minat terhadap kain ini bervariasi seiring perkembangan zaman dan tren, sehingga upaya pelestarian dan promosi diperlukan. Permasalahan arsitektural yang muncul adalah bagaimana merancang Galeri Sasirangan yang dapat menjadi wadah promosi modern. Solusi yang diusulkan adalah penggunaan konsep "Sequence" untuk menyelaraskan alur ruang dengan proses pembuatan kain Sasirangan, memudahkan pengunjung memahami proses tersebut. Metode arsitektural "problem seeking" digunakan untuk menyelesaikan permasalahan ini, melalui tahapan identifikasi masalah, analisis, identifikasi ruang, ide, dan solusi. Hasil dari penerapan metode ini diharapkan menciptakan pengalaman pengunjung yang efektif dan mendukung tujuan edukasi serta pelestarian budaya kain Sasirangan.