REDESAIN TAMAN WISATA ALAM PULAU BAKUT

Penulis

  • Ahmad Barkah Ilman Prodi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat
  • J.C Heldiansyah Prodi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

DOI:

https://doi.org/10.20527/jtamlanting.v13i1.2468

Kata Kunci:

Taman Wisata Alam, Bekantan, Redesain, Arsitektur Kamuflase, Arsitektur Biofilik

Abstrak

Taman wisata alam adalah sebutan untuk lanskap yang dilindungi melalui perencanaan jangka panjang, pemanfaatan berkelanjutan dan pertanian. Lanskap yang berharga ini dilestarikan dalam keadaan mereka saat ini dan dipromosikan untuk tujuan pariwisata.  Pada Taman Wisata Alam Pulau Bakut terdapat beberapa kelompok bekantan yang tersebar di pulau, yang diketahui sebagai habitat alaminya. Saat ini bekantan yang merupakan hewan endemik pulau kalimantan mendapat status endangered setelah mengalami penurunan populasi yang diakibatkan hilangnya habitat alami bekantan itu sendiri. Saat ini pulau bakut menjadi salah satu lokasi pelestarian bekantan secara alami namun terdapat taman wisata alam yang bersifat secara terang terangan menunjukan aktivitas manusia pada lokasi tersebut. Hal ini dapat mempengaruhi aktivitas bekantan dalam kelangsungan hidupnya. Menanggapi hal tersebut dirasa perlu adanya Redesain pada TWA yang menggunakan konsep yang menciptakan hubungan antara manusia dengan bekantan tanpa melibatkan bekantannya secara langsung dengan konsep  Arsitektur Kamuflase yang menyembunyikan aktivitas manusia dari pandangan bekantan dan Arsitektur Biofilik pada upaya penyembuhan alam.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2024-03-13