PANTI SOSIAL PEMBINAAN TUNANETRA DAN TUNADAKSA DI KELURAHAN KELAYAN BARAT

Penulis

  • Gusti Muhammad Irsyad Maulana Prodi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat
  • Nursyarif Agusniansyah Prodi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

DOI:

https://doi.org/10.20527/jtamlanting.v13i1.2467

Kata Kunci:

panti sosial, disabilitas, universal design, aksesibilitas, tunanetra, tunadaksa, pembinaan, mandiri, kelayan barat

Abstrak

Penyandang disabilitas di Kota Banjarmasin khususnya di kelurahan kelayan barat menghadapi berbagai tantangan dalam menjalani kehidupannya sehari-hari. Ditemukan bahwa stigmatisasi dan kurangnya kesadaran masyarakat tentang kebutuhan dan hak-hak penyandang disabilitas berdampak negatif pada kehidupan mereka termasuk mempengaruhi kemandirian dan kepercayaan diri mereka untuk berperan dalam bermasyarakat.

Dalam rangka upaya untuk meningkatkan kemandirian dan kepercayaan diri mereka diperlukan adanya pembinaan secara khusus terhadap kaum disabilitas yang mampu menghasilkan kaum disabilitas yang mandiri, percaya diri, dan produktif sehingga mampu memberikan kontribusi kepada masyarakat.

Untuk mencapai hasil akhir tersebut dapat diwujudkan dengan adanya tempat pelatihan/pembinaan yang menggunakan metode Universal Design. penerapan metode Universal design pada bangunan dapat memenuhi aspek aksesibilitas yang mana menjadi inti permasalahan yang sering kaum penyandang disabilitas hadapi dalam menjalani aktivitasnya, diiringi dengan program yang mampu meningkatkan produktivitas seperti pelatihan keahlian dan kerajinan tangan maka seiring waktu berlalu kepercayaan diri dan kemandirian dapat terbentuk secara perlahan.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2024-03-13