KAWASAN WISATA TEPIAN SUNGAI BUAYA SEBAGAI FASILITAS REKREATIF EDUKATIF KABUPATEN BULUNGAN KALIMANTAN UTARA
DOI:
https://doi.org/10.20527/jtamlanting.v13i1.2464Kata Kunci:
wisata, tepi sungai, sejarah, budaya, Tanjung Selor Hilir, Kalimantan Utara, Arsitektur Kontekstual, Arsitektur KontemporerAbstrak
Menurut Pemerintahan Provinsi Kalimantan Utara Memiliki luas 13.182 km² dengan penduduk keseluruhan kabupaten 701 814 jiwa (hasil sensus penduduk indonesia 2020) Kecamatan Tanjung Selor Hilir Memiliki Luas 677,8 km² 151.844 jiwa (hasil sensus penduduk indonesia 2020). Kawasan Wisata Tepian Sungai Buaya yang berada di pusat kota Tanjung Selor Hilir Kalimantan Utara Direncanakan sebagai wadah berkunjung wisata dan memanfaatkan potensi kampung nelayan yang dengan memperbaiki fasilitas nelayan,Kawasan Wisata Tepian Sungai Buaya direncanakan untuk menerapkan pendekatan Rekreatif edukatif. Arsitektur kontekstual diartikan sebagai proses perancangan suatu bangunan dengan mempertimbangkan kondisi situs yang ada. Tujuan dari Rancangan Arsitektur Kontemporer kepada proyek Kawasan Wisata Tepian Sungai Buaya Tanjung Selor Hilir Kalimantan Utara direncanakan untuk menerapkan pendekatan Arsitektur Kontekstual.