PASAR SAYUR DI KAMPUNG SAYUR LANDASAN ULIN UTARA BANJARBARU
DOI:
https://doi.org/10.20527/jtamlanting.v13i1.2461Kata Kunci:
Pasar Sayur, Kampung Sayur LAURA, Arsitektur Berkelanjutan, Perencanaan, PerancanganAbstrak
Jurnal ini membahas tentang perencanaan dan perancangan Pasar Sayur Kampung Sayur Landasan Ulin Utara dengan pendekatan Arsitektur Berkelanjutan. Pasar sayur merupakan ruang interaksi sosial yang penting dalam skala perkotaan. Pasar tersebut berperan sebagai sarana distribusi barang pertanian dan memiliki peran strategis dalam ketahanan pangan suatu wilayah.
Kampung Sayur LAURA di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan ekonomi lokal. Kawasan ini direncanakan sebagai pusat produksi hasil pertanian berkualitas. Pemerintah Kota Banjarbaru berencana mendirikan Pasar Sayur di Kampung Sayur LAURA untuk memfasilitasi jual-beli komoditas pertanian. Namun, pasar yang ada saat ini masih belum optimal dalam memperjualbelikan komoditas petani. Selain itu, sayur sering diserahkan melalui pengepul, yang menyebabkan kenaikan harga. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan dan perancangan yang tepat untuk membangun Pasar Sayur Kampung Sayur LAURA.
Pasar Sayur Kampung Sayur LAURA harus didesain dengan karakteristik yang sesuai dengan kebutuhan pasar sayur. Selain itu, infrastruktur yang mendukung pertumbuhan sektor pertanian perlu diakomodasi untuk memenuhi standar mutu yang ditetapkan oleh Kementerian Pertanian Indonesia.
Arsitektur Berkelanjutan dipilih sebagai pendekatan perancangan untuk Pasar Sayur Kampung Sayur LAURA. Pendekatan ini mencakup tiga pilar strategi desain, yaitu keseimbangan ekonomi, sosial, dan lingkungan. Dengan mengadopsi konsep ini, diharapkan pasar sayur dapat berkontribusi dalam aspek ekonomi, ekologi, dan sosial Kampung Sayur LAURA