PENATAAN PEDAGANG KAKI LIMA DI BATU KAJANG KALIMANTAN TIMUR

Penulis

  • Maya Milianti Prodi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat
  • Anna Octaviana Prodi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

DOI:

https://doi.org/10.20527/jtamlanting.v12i1.1816

Kata Kunci:

ruang terbuka publik, pedagang kaki lima, architectural programming, placemaking

Abstrak

Keberadaan ruang terbuka publik yang mewadahi aktivitas sosial masyarakat secara luas pada Kabupaten Paser, khusus nya Daerah Batu Kajang sangatlah minim. “Kurangnya intensitas lahan ruang terbuka produktif yang menguntungkan secara ekonomi bagi para Pedagang Kaki Lima, berdampak terhadap munculnya Pedagang Kaki Lima yang berjualan di sepanjang bahu jalan Batu Kajang. Dampak yang ditimbulkan dengan adanya Pedagang Kaki Lima tersebut menimbulkan kemacetan lalu lintas”. Oleh karena itu, untuk mengantisipasi kondisi tersebut, perlu adanya area ruang terbuka yang mewadahi aktivitas berjualan Pedagang Kaki Lima. Metode yang digunakan adalah architectural programming yang mana merupakan proses pengumpulan informasi, analisis, dan pembuatan rekomendasi untuk keberhasilan rancangan. Dalam hal ini, konsep yang diterapkan pada kawasan perancangan adalah placemaking yang merupakan pembentukkan ruang melalui interaksi manusia dengan bangunan serta interaksi bangunan dengan lingkungan.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2023-02-28