PUSAT BARANG BEKAS LAYAK PAKAI DI KOTA BANJARBARU
DOI:
https://doi.org/10.20527/jtamlanting.v11i1.1328Kata Kunci:
Barang Bekas, Program Arsitektur, Pengalaman Berbelanja, Daur UlangAbstrak
Perancangan Pusat Barang Bekas Layak Pakai di Kota Banjarbaru dilatarbelakangi oleh meningkatnya produksi sampah di Kota Banjarbaru pasca pandemi COVID-19 dan maraknya toko barang bekas yang menjual barang bekas impor ilegal. Permasalahan yang dihadapi berupa banyak toko barang bekas yang memberikan pengalaman berbelanja yang kurang memadai sehingga tidak menarik pengunjung. Metode perancangan yang dipakai adalah Program Arsitektur dengan
pengelolaan informasi lalu menganalisis desain untuk menghasilkan desain yang tepat. Konsep Perancangan memakai One Stop Shopping Experience yang memberikan pengalaman berbelanja lengkap mulai dari menjual dengan sistem konsinyasi, membeli, dan mencoba barang bekas yang ada dalam satu fasilitas. Desain perabot memakai konsep upcycling waste sebagai solusi untuk mengurangi produksi sampah di Kota Banjarbaru. Hasil desain berupa bangunan dua lantai memanjang yang dikelilingi fasad jendela dan pintu bekas. Luas bangunan 1875m2 yang menghadap ke utara dengan dua fungsi utama yaitu pusat layanan barang bekas dan area belanja barang bekas.