Efektivitas Beberapa Isolat Trichoderma spp. dalam Menghambat Fusarium spp. Penyebab Penyakit Layu Cabai secara In Vitro
DOI:
https://doi.org/10.20527/jptt.v9i3.3964Kata Kunci:
Fusarium spp, Mekanisme Daya Hambat, Trichoderma sppAbstrak
cabai (Casipcum annuum L.) merupakan komoditas penting dengan produktivitas yang sering mengalami penurunan akibat penyakit layu yang disebabkan oleh cendawan Fusarium spp. Penggunaan cendawan antagonis Trichoderma spp. menjadi alternatif pengendalian yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas beberapa isolat Trichoderma spp. yang berasal dari perakaran bambu, rumput gajah, kacang tanah, dan cabai dalam menghambat pertumbuhan Fusarium spp. serta mengidentifikasi mekanisme antagonismenya secara in vitro. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap satu faktor dengan metode dual culture pada media Potato Dextrose Agar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh isolat Trichoderma spp. mampu menghambat pertumbuhan Fusarium spp. dengan persentase daya hambat yang tidak berbeda nyata. Isolat Trichoderma spp. dari perakaran cabai memiliki daya hambat tertinggi sebesar 63,92%, diikuti isolat rumput gajah sebesar 62,58%, bambu sebesar 62,28%, dan kacang tanah sebesar 61,31%. Mekanisme antagonisme yang ditunjukkan oleh keempat isolat meliputi kompetisi, antibiosis, parasitisme dan lisis.



