Uji Efektivitas Ekstrak Daun Kratom (Mitragyna speciosa Korth) dalam Menekan Bakteri Ralstonia syzygii subsp. indonesiensis secara In Vitro
DOI:
https://doi.org/10.20527/jptt.v9i1.3665Kata Kunci:
Daun, kratom, Ralstonia syzygii subsp. indonesiensisAbstrak
Pisang termasuk dalam komoditas hortikultura utama yang memberikan kontribusi ekonomi signifikan di Indonesia. Namun demikian, produktivitas tanaman ini menurun secara drastis akibat infeksi penyakit darah yang disebabkan oleh Blood Disease Bacterium (BDB). Salah satu jenis bakteri patogen dalam kelompok BDB adalah Ralstonia syzygii subsp. indonesiensis, yang diketahui bersifat sangat agresif dan mudah menyebar. Upaya pengendalian penyakit ini umumnya masih mengandalkan penggunaan bakterisida sintetis yang berisiko menimbulkan pencemaran lingkungan serta menyebabkan resistensi pada patogen. Oleh sebab itu, diperlukan alternatif pengendalian yang lebih aman dan berkelanjutan, seperti pemanfaatan pestisida nabati dari tumbuhan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antibakteri dari ekstrak daun kratom (Mitragyna speciosa Korth) terhadap pertumbuhan R. syzygii subsp. indonesiensis. Ekstrak daun kratom diperoleh melalui metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%, dan uji antibakteri dilakukan dengan teknik difusi agar menggunakan cakram kertas. Konsentrasi ekstrak yang diuji mencakup 5%, 10%, 15%, 20% dan 25%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun kratom (Mitragyna speciosa) pada berbagai konsentrasi mampu menghambat pertumbuhan bakteri Ralstonia syzygii subsp. indonesiensis secara in vitro. Rata-rata diameter zona hambat yang diamati berturut-turut untuk konsentrasi 5%, 10%, 15%, 20%, dan 25% adalah 4,15 mm; 6,71 mm; 7,75 mm; 8,39 mm; dan 10,00 mm, sedangkan kontrol (0%) tidak menunjukkan aktivitas antibakteri (0 mm). Hasil uji lanjut DMRT pada taraf 5% menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antar perlakuan. Hal ini mengindikasikan bahwa ekstrak daun kratom memiliki potensi sebagai agen antibakteri dengan efektivitas tertinggi diperoleh pada konsentrasi 25%.



