Kualitas Pertumbuhan Tanaman Kelor (Moringa oleifera) Terhadap Dosis Pupuk Organik Fermentasi Berbeda
DOI:
https://doi.org/10.20527/jpplb.v5i1.3250Kata Kunci:
tanah ultisol, pertumbuhan tanaman kelor, pupuk organik fermentasiAbstrak
Tanah ultisol merupakan tanah yang memiliki bahan organic yang sangat rendah.
Pemberian pupuk organik fermentasi dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman yang
ditanam pada tanah ultisol. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis pupuk
organik fermentasi terhadap pertumbuhan bibit tanaman kelor yang ditanam pada tanah
ultisol. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan lima perlakuan dan
delapan ulangan dengan menggunakan lima level pemberian D0 (pupuk dasar/kontrol),
D1(pupuk dasar+pupuk organik fermentasi dosis 10 ton/Ha), D2 (pupuk dasar+pupuk
organik fermentasi dosis 20 ton/Ha), D3 (pupuk dasar+pupuk organik fermentasi dosis
30 ton/Ha), dan D4(pupuk dasar+pupuk organik fermentasi dosis 40 ton/Ha). Peubah
yang diamati meliputi waktu muncul tunas, jumlah tunas, tinggi tanaman, serta produksi
daun segar. Analisis data menggunakan analisis variansi, apabila perlakuan
berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil. Analisis data
dibantu dengan menggunakan software SPSS Ver. 21. Hasil penelitian menunjukkan dari
semua perlakuan tidak berbeda nyata (P>0,05), akan tetapi terdapat terdapat
kecenderungan munculnya tunas yang lebih cepat (10,50 hari) dan jumlah tunas lebih
banyak (6,13 tunas) pada perlakuan D2. Sebaliknya munculnya tunas paling lambat
(14,00 hari) dan jumlah tunas lebih sedikit (3,88 tunas) pada perlakuan D3.
