Perbandingan Efektivitas Media Kotoran Sapi, Kambing, Ayam, dan Puyuh pada Produktivitas Maggot BSF (Hermetia illucens) sebagai Sumber Protein Alternatif
DOI:
https://doi.org/10.20527/jpplb.v5i1.3247Kata Kunci:
Maggot BSF, Kotoran Ternak, Sumber Protein, Laju Pertumbuhan, ProduktivitasAbstrak
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi media kotoran ternak (sapi, kambing, ayam
petelur, dan burung puyuh) terhadap laju pertumbuhan dan produktivitas maggot Hermetia
illucens (BSF) sebagai alternatif pakan protein. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak
Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan lima ulangan, melibatkan pengukuran bobot,
panjang, dan biomassa maggot selama 21 hari. Hasil menunjukkan kotoran ayam petelur
menghasilkan pertumbuhan bobot tertinggi (3,07%/hari; 47,32 mg/ekor) dan produktivitas
biomassa terbesar (302,2 g), didukung oleh kandungan protein kasar media tertinggi (19,74%).
Sebaliknya, kotoran kambing (4,6% protein) menghasilkan pertumbuhan terendah (0,75%/hari;
12,16 mg/ekor). Kinerja optimal maggot pada kotoran ayam petelur terkait dengan ketersediaan
nutrisi dan kondisi lingkungan (suhu 28,5–30°C, kelembaban 80–94%). Penelitian ini
membuktikan potensi kotoran ternak sebagai media budidaya maggot berkelanjutan, mengurangi
biaya pakan, dan mendukung ekonomi sirkular melalui pemanfaatan limbah organik.
