https://jtam.ulm.ac.id/index.php/jtatk/issue/feedJURNAL TUGAS AKHIR TEKNIK KIMIA2026-08-23T09:55:20+08:00jtatk[email protected]Open Journal Systems<p>Jurnal Tugas Akhir Teknik Kimia (JTATK) merupakan jurnal tugas akhir mahasiswa yang akan menyelesaikan pendidikan S1 Teknik Kimia. Jurnal berisi Prarancangan Pabrik mulai dari penentuan kapasitas pabrik hingga dihasilkan produk. JTATK terbit 2 (dua) kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari dan September.</p> <p><strong>Email: [email protected]</strong></p>https://jtam.ulm.ac.id/index.php/jtatk/article/view/3254PRA-RANCANGAN PABRIK γ-VALEROLACTONE (GVL) DARI LIMBAH TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT KAPASITAS 55.000 TON/TAHUN2025-06-03T09:15:31+08:00Naviatul Fauziyah[email protected]Laily Nur Azizah[email protected]Ifan Ramadana[email protected]Zuhriah Mumtazah[email protected]Ansori Ansori[email protected]Merymistika Yufrani Afred[email protected]<p><em>Pemanfaatan biomassa sebagai sumber energi terbarukan memiliki banyak keuntungan, termasuk ketersediaan yang melimpah dan biaya produksi yang ekonomis. Limbah biomassa dapat diolah menjadi bahan bakar dan senyawa kimia bernilai tinggi, salah satunya γ-valerolactone (GVL), yang memiliki stabilitas tinggi, titik didih yang besar, dan tingkat toksisitas rendah. Pabrik GVL ini dirancang untuk mengolah tandan kosong kelapa sawit (TKKS) dengan kapasitas produksi 55.000 ton per tahun dan beroperasi selama 330 hari per tahun. Proses produksi terdiri dari beberapa tahap utama, dimulai dengan pretreatment menggunakan steam explosion, diikuti hidrolisis selulosa menjadi glukosa pada suhu 30°C dan tekanan atmosfer, serta hidrolisis hemiselulosa pada suhu 170°C dan tekanan atmosfer untuk menghasilkan furfural dan asam levulinat. Reaksi berlangsung dalam CSTR dengan katalis asam sulfat. Asam levulinat kemudian mengalami hidrogenasi dalam FBR dengan katalis Ru/C 5% pada suhu 150°C untuk menghasilkan GVL dan air. Pemisahan air dilakukan menggunakan flash drum, menghasilkan GVL dengan kemurnian 97%. Pabrik GVL direncanakan akan dibangun di Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan dengan luas tanah 50 hektar. Pabrik ini dirancang untuk beroperasi dengan total tenaga kerja sebanyak 163 orang. Hasil perhitungan ekonomi diperoleh Rate on Investment (ROI) setelah pajak 39,42%, Pay Ot Time (POT) setelah pajak selama 2,02 tahun dan Break Even Point (BEP) sebesar 44,26%. Berdasarkan analisis ekonomi, pabrik ini layak untuk didirikan.</em></p>2026-08-23T00:00:00+08:00Copyright (c) 2026 JURNAL TUGAS AKHIR TEKNIK KIMIAhttps://jtam.ulm.ac.id/index.php/jtatk/article/view/3370PRA-RANCANGAN PABRIK SORBITOL DARI JERAMI PADI DENGAN METODE HIDROGENASI KATALITIK KAPASITAS 54.026 TON/TAHUN2025-07-21T16:23:39+08:00Ulfa Faizatul Laily[email protected]Nanda Ayudiyah Andriani[email protected]Oktavia Nurjanah[email protected]Boy Arief Fachri[email protected]Bekti Palupi[email protected]Yukti Nurani[email protected]<p>Meningkatnya permintaan sorbitol dalam industri pangan, farmasi, dan kosmetik di Indonesia mendorong pengembangan metode produksi lokal yang berkelanjutan. Studi ini menyajikan prarancangan pabrik sorbitol dengan kapasitas 54.026 ton/tahun menggunakan jerami padi sebagai bahan baku utama. Proses terdiri atas empat tahap utama: praperlakuan, delignifikasi, hidrolisis, dan hidrogenasi katalitik. Jerami padi diproses melalui steam explosion untuk mengekstraksi selulosa, dilanjutkan delignifikasi menggunakan NaOH, kemudian dihidrolisis menjadi glukosa menggunakan asam sulfat. Glukosa selanjutnya dikonversi menjadi sorbitol melalui reaktor trickle bed dengan katalis nikel Raney pada kondisi 70 atm dan 135°C. Produk sorbitol dimurnikan melalui tahapan konsentrasi, kristalisasi, pengeringan, dan penyaringan. Kebutuhan utilitas dipenuhi melalui pengolahan air dari Sungai Bengawan Solo, pasokan listrik dari PT PLN ULP Lamongan, serta energi panas dari batu bara antrasit dan bahan bakar diesel. Evaluasi ekonomi menunjukkan bahwa pabrik membutuhkan investasi awal sebesar Rp2,44 triliun dan menghasilkan laba bersih sebesar Rp10,26 triliun. Waktu pengembalian modal (<em>Pay Out Time</em>) tercatat selama 3,8 tahun dengan titik impas (<em>Break-even Point</em>) sebesar 44%. Berdasarkan hasil analisis, pabrik sorbitol berbasis jerami padi dengan teknologi hidrogenasi katalitik ini dinilai layak dan ekonomis untuk dikembangkan di Indonesia.</p>2026-08-23T00:00:00+08:00Copyright (c) 2026 JURNAL TUGAS AKHIR TEKNIK KIMIAhttps://jtam.ulm.ac.id/index.php/jtatk/article/view/3379PRA-RANCANGAN PABRIK SIRUP GLUKOSA DARI PATI RUMBIA MENGGUNAKAN PROSES HIDROLISIS ENZIMATIS KAPASITAS 21.000 TON/TAHUN2025-07-22T12:20:56+08:00muhammad sahrul firmansyah[email protected]Mutiara Cindera Setya Ningrum[email protected]Rahayu Oktavianti[email protected]Ratri Sekaringgalih[email protected]Istiqomah Rahmawati[email protected]Ansori Ansori[email protected]<p><em>Pabrik Sirup Glukosa berbahan baku Pati Rumbia ini dirancang dengan kapasitas 21.000 ton/tahun dan waktu operasi 330 hari/tahun. Pabrik direncanakan akan didirikan di Jl. P. Sumatera, Kelurahan Pelintung, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai, Provinsi Riau, Indonesia. Pada prarancangan pabrik ini, sirup glukosa diproduksi melalui 6 tahapan proses, yaitu persiapan bahan baku, gelatinisasi, likuifikasi, sakarifikasi, proses pemurnian, dan proses finishing. Tahap persiapan bahan baku merupakan pengolahan batang sagu menjadi suspensi pati. Tahap berikutnya yaitu gelatinisasi yang dilakukan di dalam Mixer (M-210) dengan penambahan CaCl2 dan air. Tahap berikutnya yaitu tahap likuifikasi yang dilakukan di dalam Reaktor Likuifikasi (R-220) dengan penambahan enzim alpha amilase dan HCl. Tahap selanjutnya yaitu sakarifikasi dengan penambahan enzim glukoamilase pada Reaktor Sakarifikasi (R-230). Tahap pemurnian dilakukan di dalam Ion Exchanger (X-314) dan (x-315) untuk menghilangkan ion pengotor pada slurry. Tahap selanjutnya yaitu finishing dilakukan dengan mengurangi kadar air pada produk dengan menggunakan Evaporator (V-320) yang kemudian disalurkan ke dalam tangka penyimpanan sirup glukosa. Bentuk perusahaan yang direncanakan pada pra-rancangan pabrik Sirup Glukosa ini adalah Perseroan Terbatas (PT) dengan menerapkan struktur organisasi berbentuk line and staff. Jumlah karyawan yang dibutuhkan sebanyak 171 orang. Hasil evaluasi ekonomi menunjukkan bahwa keuntungan penjualan bersih sebesar Rp. 234.424.136.295, tingkat pengembalian investasi (ROI) sebesar 26%, waktu pengembalian modal (POT) adalah 2,8 tahun. Dengan demikian, titik impas (BEP) mencapai 44%. Berdasarkan evaluasi ekonomi tersebut, maka pabrik Sirup Glukosa dengan kapasitas produksi 21.000 ton/tahun layak untuk didirikan.</em></p>2026-08-23T00:00:00+08:00Copyright (c) 2026 JURNAL TUGAS AKHIR TEKNIK KIMIAhttps://jtam.ulm.ac.id/index.php/jtatk/article/view/3380PRA-RANCANGAN PABRIK FENOL DARI SEKAM PADI MELALUI METODE PIROLISIS CEPAT DENGAN KAPASITAS 24.000 TON/TAHUN2025-07-23T13:22:52+08:00Moch irgi fadhilal abi[email protected]Muhammad Attar Rafif[email protected]Ditta Kharisma Yolanda Putri[email protected]Helda Wika Amini[email protected]Boy Arief Fachri[email protected]<p>Fenol (C6H6O) merupakan senyawa kimia penting yang digunakan secara luas dalam berbagai <br>industri, seperti produksi resin, pestisida, farmasi, dan bahan kimia lainnya. Kebutuhan fenol di Indonesia <br>terus meningkat setiap tahunnya, namun hingga saat ini belum terdapat produsen fenol dalam negeri <br>sehingga seluruh kebutuhan masih dipenuhi melalui impor. Untuk mengurangi ketergantungan impor dan <br>mendukung keberlanjutan industri kimia nasional, diperlukan pengembangan pabrik fenol berbasis <br>biomassa. Sekam padi dipilih sebagai bahan baku utama karena merupakan limbah pertanian yang <br>melimpah dan mengandung lignin tinggi, yang berpotensi menghasilkan senyawa fenolik melalui proses <br>termokimia. Pabrik fenol ini dirancang dengan kapasitas 24.000 ton/tahun dan waktu operasi 330 <br>hari/tahun. Proses produksi menggunakan metode fast pyrolysis dengan bantuan katalis ZSM-5, yang <br>mampu meningkatkan selektivitas terhadap pembentukan fenol. Lokasi pabrik direncanakan di Desa <br>Haurkolot, Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Setiap jam, pabrik ini dapat <br>memproduksi sekitar 3.030,3 kg fenol sebagai produk utama, serta menghasilkan produk samping berupa <br>bio-oil dan bio-char. Kebutuhan bahan baku sekam padi diperkirakan sebesar 117.998,73 ton/tahun, yang <br>dapat diperoleh dari sisa penggilingan padi di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya. Proses produksi terdiri <br>dari tiga tahapan utama, yaitu persiapan bahan baku, reaksi pirolisis dalam reaktor fluidized bed, dan <br>pemurnian produk. Utilitas utama meliputi penyediaan air, listrik, bahan bakar, gas nitrogen, serta sistem <br>pendingin dan pengolahan limbah. Pabrik ini dirancang dalam bentuk badan usaha Perseroan Terbatas <br>(PT) dengan struktur organisasi line and staff dan mempekerjakan sebanyak 169 orang tenaga kerja. <br>Berdasarkan hasil analisis kelayakan ekonomi, pabrik ini dinyatakan layak dengan nilai Pay Out Time <br>(POT) selama 1,4 tahun, Rate of Return Investment (ROR) sebesar 69,37%, dan Break Even Point (BEP) <br>sebesar 50%. Dengan pendirian pabrik ini, diharapkan dapat mendukung pengurangan impor fenol, <br>meningkatkan pemanfaatan limbah pertanian, serta mendukung transisi menuju industri kimia hijau yang <br>berkelanjutan di Indonesia.</p>2026-08-23T00:00:00+08:00Copyright (c) 2026 JURNAL TUGAS AKHIR TEKNIK KIMIAhttps://jtam.ulm.ac.id/index.php/jtatk/article/view/3532PRA-RANCANGAN PABRIK LACTIC ACID DARI AMPAS TEBU BERKAPASITAS 7.000 TON/TAHUN DENGAN METODE HIDROLISIS2025-10-10T13:29:25+08:00Desta Rati Mutiarani Arianto[email protected]Diah Tri Wulandari[email protected]Diana Madhuri[email protected]Ratri Sekaringgalih[email protected]Meta Fitri Rizkiana[email protected]Ditta Kharisma Yolanda Putri[email protected]<p><em>Lactic acid (CH₃CHOHCOOH) is an important chemical used in the food, pharmaceutical, cosmetic, and bioplastic industries. The demand for lactic acid in Indonesia continues to increase; however, it is still largely fulfilled through imports. This preliminary design aims to plan a lactic acid plant with a capacity of 7,000 tons per year using bagasse as the main raw material, due to its abundance in East Java and high cellulose content. The production process includes pre-treatment, hydrolysis, fermentation, and purification stages. The plant is planned to be located in Saradan, Madiun Regency, which offers adequate access to raw materials, transportation, and utilities. The analysis results indicate that the plant is economically feasible and has the potential to reduce import dependency while increasing the added value of sugarcane waste.</em></p>2026-08-23T00:00:00+08:00Copyright (c) 2026 JURNAL TUGAS AKHIR TEKNIK KIMIAhttps://jtam.ulm.ac.id/index.php/jtatk/article/view/3387PRA-RANCANGAN PABRIK ASAM ASETAT GLASIAL DARI TONGKOL JAGUNG DENGAN METODE HIDROLISIS DAN FERMENTASI KAPASITAS 27.000 TON/TAHUN2025-07-24T10:52:13+08:00Angger Andini[email protected]Fadlilatul - Hanifah[email protected]Meta Fitri Rizkiana[email protected]Boy Arief Fachri[email protected]Zuhriah Mumtazah[email protected]<p>Pabrik asam asetat glasial berbahan baku tongkol jagung dirancang dengan kapasitas 27.000 ton/tahun dengan menggunakan metode hidrolisis dan fermentasi. Pabrik direncanakan didirikan di Tuban, Jawa Timur dengan waktu operasi 330 hari per tahun. Proses produksi asam asetat pada pra-rancangan pabrik ini terdiri dari proses steam explosion, delignifikasi, hidrolisis, fermentasi dan pemusnian produk. Proses steam explosion menggunakan kondisi operasi berupa tekanan dan suhu tinggi untuk meledakkan struktur lignoselulosa. Output steam explosion dilanjutkan dengan proses delignifikasi untuk mengubah lignin menjadi Na-ligninant dengan menggunakan NaOH. Selulosa yang sudah terpisah kemudian melalui proses hidrolisis untuk didapatkan glukosa. Glukosa yang didapatkan akan di fermentasi menggunakan bantuan Zimomonas mobilis menjadi bioetanol dan difermentasi kembali menjadi asam asetat dengan banuan Acetobacter aceti. Fermentat kemudian dimurnikan melalui proses distilasi untuk menghasilkan asam asetat dengan kemurnian 99% dengan bantuan entrainer berupa etil asetat. Pabrik ini direncanakan dengan badan usaha berbentuk Perseroan Terbatas (PT) dengan jumlah karyawan sebanyak 206 orang. Hasil analisis ekonomi menunjukkan keuntungan bersih didapatkan sebesar Rp225.738.675.676, tingkat pengembalian modal sebesar 46% dengan lama waktu pengembalian modal 2,059 tahun dan titik impas (BEP) sebesar 50%. Berdasarkan evaluasi ekonomi dapat disimpulkan bahwa pabrik asam asetat glasial dari tongkol jagung dengan metode hidrolisis dan fermentasi kapasitas 27.000 ton/tahun layak untuk didirikan.</p>2026-08-23T00:00:00+08:00Copyright (c) 2026 JURNAL TUGAS AKHIR TEKNIK KIMIAhttps://jtam.ulm.ac.id/index.php/jtatk/article/view/3388PRA-RANCANGAN PABRIK GLISEROL DARI BIJI JAGUNG MELALUI PROSES SAPONIFIKASI DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 40.000 TON/TAHUN2025-07-24T12:41:26+08:00Clearesta Regina Prastyaningtyas[email protected]Apriliska Dwi Minarti[email protected]Melba Agustin Masfufah Putri[email protected]Istiqomah Rahmawati[email protected]MerymistikaYufrani Afred[email protected]Ratri Sekaringgalih[email protected]<p>Desain pabrik gliserol dari biji jagung dengan kapasitas produksi 40.000 ton/tahun. Bahan baku yang digunakan adalah biji jagung yang didukung dengan NaOH. Pabrik ini akan didirikan di Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, Sumatera Utara, dengan waktu produksi 330 hari/tahun. Proses produksi terdiri dari persiapan bahan baku, reaksi saponifikasi, pemisahan dan pemurnian, pengolahan produk samping. Reaksi sponifikasi berlangsung dalam reaktor CSTR dengan kondisi operasi 100°C, tekanan 1 atm, dan waktu reaksi 30 menit. Pemurnian produk dilakukan dalam evaporator untuk mendapatkan kemurnian produk sebesar 89% gliserol. Bentuk perusahaan yang dipilih adalah Perseroan Terbatas (PT) dengan jumlah karyawan sebanyak 192 orang yang terdiri dari karyawan shift dan non shift. Berdasarkan evaluasi ekonomi, Annual Cash Flow (ACF) sebesar 97,86%, Pay Out Time (POT) sebesar 1,1 tahun, dan Break Event Point (BEP) sebesar 58,33%.</p>2026-08-23T00:00:00+08:00Copyright (c) 2026 JURNAL TUGAS AKHIR TEKNIK KIMIAhttps://jtam.ulm.ac.id/index.php/jtatk/article/view/3390PRA-RANCANGAN PABRIK KIMIA ASAM SITRAT DARI SINGKONG (MANIHOT ESCULENTA) MENGGUNAKAN PROSES SUBMERGED FERMENTATION DENGAN KAPASITAS 63.000 TON/TAHUN2025-07-24T12:58:28+08:00Ani Riska Sari[email protected]Debby Aurellia Hidayat[email protected]Faizatuz zahroh[email protected]Helda Wika Amini[email protected]Zuhriah Mumtazah[email protected]Sonya Hakim Raharjo[email protected]<p>Pabrik asam sitrat berbahan baku singkong dirancang dengan kapasitas 63.000 ton/tahun dengan <br>waktu operasi 330 hari per tahun. Pabrik direncanakan akan didirikan di Kecamatan Gunungsugih, <br>Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Pada pra-rancangan ini, pembuatan asam sitrat <br>dilakukan melalui proses fermentasi dengan beberapa tahapan utama, yaitu persiapan bahan baku, proses <br>likuifikasi, sakarifikasi, fermentasi, pemurnian, kristalisasi, serta pengemasan produk. Proses fermentasi <br>dilakukan dengan menggunakan mikroorganisme Aspergillus niger untuk mengubah substrat singkong <br>menjadi asam sitrat dengan rendemen tinggi. Bentuk badan usaha pabrik ini adalah Perseroan Terbatas <br>(PT) dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 190 orang. Hasil analisa ekonomi menunjukkan bahwa total <br>modal yang dibutuhkan sebesar $ 31.265.225 dengan ongkos produksi tahunan sebesar $ 171.769.946 dan <br>keuntungan bersih per tahun sebesar $ 19.662.041. Waktu pengembalian modal diperoleh selama 1,66 <br>tahun dengan laju pengembalian modal (ROI) sebesar 54%, titik impas (break even point) sebesar 44,89% <br>dan titik henti (shut down point) sebesar 24,65%. Berdasarkan evaluasi ekonomi dapat disimpulkan bahwa <br>pabrik asam sitrat dari singkong dengan kapasitas 63.000 ton/tahun layak untuk didirikan.</p>2026-08-23T00:00:00+08:00Copyright (c) 2026 JURNAL TUGAS AKHIR TEKNIK KIMIAhttps://jtam.ulm.ac.id/index.php/jtatk/article/view/3397PRA-RANCANGAN PABRIK MICROCRYSTALLINE CELLULOSE (MCC) DARI TONGKOL JAGUNG DENGAN METODE HIDROLISIS ASAM KAPASITAS 8.000 TON/TAHUN2025-07-25T15:13:31+08:00Mega Seli Prihatanti[email protected]Dwi Rahyuningrum[email protected]Windi Yudita Septiana[email protected]Ansori Ansori[email protected]<p><em>Design of Microcrystalline Cellulose (MCC) plant from corn cob with production capacity of 8,000 tons/year. The raw material used is biomass from corn cobs which is focused on its cellulose content. The method used in this plant is acid hydrolysis with the help of HCl catalyst to help the process of removing amorphous areas in cellulose. The plant will be established on a vacant land area in Remen, Jenu District, Tuban Regency, East Java, with a production time of 330 days/year. The company form chosen is a Limited Liability Company (PT) with a total of 166 employees consisting of shift and non-shift employees. The production process consists of raw material preparation, steam explosion process, delignification, bleaching, acid hydrolysis, and drying. The hydrolysis reaction takes place in a CSTR reactor with operating conditions of 80°C and 1 atm pressure for 15 minutes. Product drying is carried out in a spray dryer that supplies dry air with the help of a heater, so as to obtain an MCC product yield of 91.77%. Based on the economic evaluation, the calculation results of the payback period of 3.7 years, the payback rate of 16.385%, and the Break Event Point (BEP) of 52.12% were obtained.</em></p>2026-08-23T00:00:00+08:00Copyright (c) 2026 JURNAL TUGAS AKHIR TEKNIK KIMIAhttps://jtam.ulm.ac.id/index.php/jtatk/article/view/3401PRA-RANCANGAN PABRIK PEKTIN DARI KULIT BUAH KAKAO DENGAN EKSTRAKSI ASAM KAPASITAS 8.250 TON/TAHUN2025-07-28T14:21:54+08:00Naily Mufidatul Hasanah[email protected]Jovenle Gibran Subekhi[email protected]Rr Diva Naila Putri Widarti[email protected]Ditta Kharisma Yolanda Putri[email protected]Ansori Ansori[email protected]Helda Wika Amini[email protected]<p>Pektin merupakan senyawa polisakarida alami yang banyak digunakan dalam industri pangan, farmasi,<br>dan kosmetik. Di Indonesia, kebutuhan pektin masih sepenuhnya dipenuhi melalui impor, sehingga dibutuhkan<br>pembangunan pabrik pektin skala industri. Pada studi ini, dirancang pabrik pektin dari kulit buah kakao<br>menggunakan proses ekstraksi asam dengan pelarut HCl. Kapasitas produksi yang direncanakan sebesar 8.250<br>ton/tahun dengan lokasi pendirian di kawasan industri Kota Palu, Sulawesi Tengah. Pabrik akan beroperasi<br>secara kontinu selama 330 hari per tahun dengan waktu kerja 24 jam/hari dan tenaga kerja sebanyak 205<br>orang. Proses utama meliputi pretreatment bahan baku, ekstraksi, filtrasi, pemurnian, dan pengeringan.<br>Berdasarkan evaluasi ekonomi, diperoleh Pay Out Time (POT) selama 3,9 tahun, Break Even Point (BEP)<br>sebesar 45,34%, serta Return on Investment (ROI) sebesar 19,53%, yang menunjukkan bahwa pabrik ini layak<br>untuk didirikan.</p>2026-08-23T00:00:00+08:00Copyright (c) 2026 JURNAL TUGAS AKHIR TEKNIK KIMIAhttps://jtam.ulm.ac.id/index.php/jtatk/article/view/3657PRA-RANCANGAN PABRIK COCOA BUTTER SUBSTITUTES (CBS) DARI PALM KERNEL OIL (PKO) MENGGUNAKAN METODE HIDROGENASI DENGAN KAPASITAS 10.000 TON/TAHUN 2026-01-29T17:02:36+08:00Dimas Arif Setiawan Setiawan[email protected]MerymistikaYufrani Afred[email protected]Ansori Ansori[email protected]Bekti Palupi[email protected]<p>Cocoa Butter Substitutes (CBS) merupakan lemak nabati alternatif pengganti lemak kakao yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan aplikasi luas pada industri pangan, kosmetik, dan farmasi. Saat ini, kebutuhan lemak kakao global maupun domestik terus meningkat namun terkendala oleh pasokan alami yang terbatas dan harga yang fluktuatif. Oleh karena itu, pada tugas akhir ini dilakukan prarancangan pabrik CBS dengan memanfaatkan Palm Kernel Oil (PKO) sebagai bahan baku utama, mengingat posisi Indonesia sebagai produsen sawit terbesar dengan ketersediaan bahan baku yang melimpah. Pabrik dirancang menggunakan proses hidrogenasi dengan bantuan katalis nikel (Ni), yang dipilih karena pertimbangan kondisi operasi yang lebih rendah, ekonomis, dan menghasilkan produk dengan stabilitas tinggi. Kapasitas produksi pabrik direncanakan sebesar 10.000 ton per tahun dengan lokasi pendirian di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan, Kutai Timur, Kalimantan Timur. Proses produksi meliputi tahap pretreatment biji sawit (mekanik), pemurnian minyak melalui degumming dan bleaching, reaksi hidrogenasi untuk menjenuhkan ikatan rangkap, serta tahap pemurnian akhir melalui deodorization dan kristalisasi. Analisis ekonomi menunjukkan total investasi modal (Total Capital Investment) sebesar Rp 220.925.411.480, biaya operasional tahunan (Total Production Cost) sebesar Rp 759.977.797.989, dan laba bersih (Net Profit After Tax) sebesar Rp 64.323.274.525. Masa pengembalian modal (Pay Out Time) sesudah pajak adalah 2,42 tahun, Rate of Return (ROR) sesudah pajak adalah 32,35%, dan titik impas (Break Even Point) 37,07%. Berdasarkan hasil evaluasi menunjukkan bahwa pabrik layak didirikan secara teknis dan ekonomis serta berpotensi mendukung program hilirisasi industri kelapa sawit nasional untuk meningkatkan nilai tambah komoditas dalam negeri.</p> <p> </p>2026-08-23T00:00:00+08:00Copyright (c) 2026 JURNAL TUGAS AKHIR TEKNIK KIMIAhttps://jtam.ulm.ac.id/index.php/jtatk/article/view/3658PRA-RANCANGAN PABRIK ASAM LEVULINAT DARI KULIT PISANG MELALUI PROSES BIOFINE DENGAN KATALIS ASAM SULFAT KAPASITAS 32.000 TON/TAHUN2026-01-29T22:15:05+08:00Eka Puji Susanti[email protected]Hanifah Asilah[email protected]Yukti Nurani[email protected]Helda Wika Amini[email protected]Ansori Ansori[email protected]<p>Asam levulinat merupakan senyawa kimia berbasis biomassa yang memiliki potensi luas sebagai bahan antara pada industri kosmetik, farmasi, dan manufaktur. Hingga saat ini, kebutuhan asam levulinat di Indonesia masih dipenuhi melalui impor karena belum tersedianya industri dalam negeri. Oleh karena itu, pada tugas akhir ini dilakukan prarancangan pabrik asam levulinat dengan memanfaatkan limbah kulit pisang sebagai bahan baku, mengingat ketersediaannya yang melimpah dan kandungan selulosa yang cukup tinggi. Pabrik dirancang menggunakan proses Biofine dengan katalis asam sulfat (H₂SO₄), yang dipilih berdasarkan pertimbangan yield yang tinggi dan kesesuaian teknologi. Kapasitas produksi pabrik direncanakan sebesar 32.000 ton per tahun dengan lokasi pendirian di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Proses produksi meliputi tahap pretreatment bahan baku melalui steam explosion dan delignifikasi, diikuti reaksi hidrolisis selulosa menjadi asam levulinat, serta tahap pemurnian menggunakan filtrasi dan distilasi. Analisis ekonomi menunjukkan total investasi modal sebesar Rp 1.704.563.457.883, biaya operasional tahunan sebesar Rp 1.794.878.069.575, dan laba bersih sebesar Rp 204.479.085.906. Masa pengembalian modal adalah 4 tahun, Rate of Return (ROR) adalah 12,00%, dan titik impas (BEP) 46,67%. Bedasarkan hasil evaluasi menunjukkan bahwa pabrik layak didirikan secara teknis dan ekonomis serta berpotensi mengurangi ketergantungan impor, meningkatkan nilai tambah limbah pertanian, dan mendukung pengembangan industry berbasis sumber daya terbarukan di Indonesia.</p>2026-08-23T00:00:00+08:00Copyright (c) 2026 JURNAL TUGAS AKHIR TEKNIK KIMIAhttps://jtam.ulm.ac.id/index.php/jtatk/article/view/3659PRA-RANCANGAN PABRIK DIMETIL ETER (DME) DARI BATANG TEMBAKAU VIA METODE INDIRECT SYNTHESIS DENGAN KAPASITAS 18,000 TON/TAHUN2026-01-30T08:23:05+08:00Arighy Zahirah Faiqy Devara[email protected]Darryl Akeyla Rachman[email protected]Anak Agung Nabilla Azzahrah[email protected]Sonya Hakim Raharjo[email protected]Boy Arief Fachri[email protected]Ditta Kharisma Yolanda Putri[email protected]<p><em>D</em>imetil eter (DME) merupakan senyawa eter alifatik yang memiliki sifat fisik dan karakteristik pembakaran serupa dengan liquefied petroleum gas (LPG), sehingga berpotensi digunakan sebagai bahan bakar alternatif, bahan pencampur LPG, serta bahan antara dalam industri kimia. Peningkatan konsumsi LPG dan ketergantungan terhadap impor mendorong pengembangan sumber energi terbarukan berbasis bahan baku domestik. Pemanfaatan biomassa sebagai bahan baku produksi DME menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan ketahanan energi sekaligus mengurangi limbah pertanian. Studi ini menyajikan perancangan pabrik DME dengan kapasitas 18.000 ton per tahun menggunakan batang tembakau sebagai bahan baku utama. Batang tembakau merupakan limbah pertanian yang mengandung lignoselulosa dalam jumlah tinggi sehingga berpotensi dikonversi menjadi gas sintesis (syngas). Metode sintesis tidak langsung dipilih karena memiliki stabilitas operasi yang lebih baik serta risiko deaktivasi katalis yang lebih rendah dibandingkan metode sintesis langsung. Proses produksi DME terdiri atas enam tahapan utama. Tahap awal meliputi pretreatment bahan baku melalui pengecilan ukuran dan pengeringan. Biomassa selanjutnya dikonversi menjadi syngas menggunakan reaktor gasifikasi tipe downdraft. Syngas kemudian direaksikan dengan katalis CuO–ZnO–Al₂O₃ untuk menghasilkan metanol. Pemurnian metanol dilakukan menggunakan kolom distilasi guna memisahkan air dan memperoleh metanol dengan kemurnian 99%. Metanol murni selanjutnya didehidrasi menggunakan katalis gamma-alumina untuk menghasilkan DME. Tahap akhir berupa pemurnian produk menggunakan kolom distilasi sehingga diperoleh DME dengan kemurnian 99%. Hasil neraca massa menunjukkan bahwa pabrik mampu memproduksi 2.277,84218 kg DME per jam dari 7.490,829 kg batang tembakau per jam. Analisis ekonomi menunjukkan laba bersih sebesar Rp153.546.834.350 dengan nilai return on investment sebesar 15% dan periode pengembalian modal selama 4,28 tahun. Nilai break-even point dicapai pada kapasitas produksi sebesar 48%. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pabrik DME yang dirancang layak secara ekonomi serta berpotensi mengurangi ketergantungan impor LPG dan meningkatkan pemanfaatan biomassa terbarukan.</p>2026-08-23T00:00:00+08:00Copyright (c) 2026 JURNAL TUGAS AKHIR TEKNIK KIMIAhttps://jtam.ulm.ac.id/index.php/jtatk/article/view/3660PRA-RANCANGAN PABRIK BIO-OIL DARI SERBUK KAYU MELALUI PROSES PIROLISIS CEPAT DENGAN KAPASITAS 20.000 TON/TAHUN2026-01-30T16:03:22+08:00Intan Permatasari[email protected]Kamila Firda Nisa[email protected]Mengku Alamsyah Widya[email protected]Ansori Ansori[email protected]Istiqomah Rahmawati[email protected]Ditta Kharisma Yolanda Putri[email protected]<p>Bio-oil merupakan bahan bakar cair hasil konversi biomassa lignoselulosa yang berpotensi sebagai substitusi bahan bakar fosil serta bahan baku industri kimia. Indonesia memiliki ketersediaan limbah serbuk kayu yang melimpah, khususnya di Provinsi Riau, namun pemanfaatannya masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan prarancangan pabrik bio-oil dari serbuk kayu dengan menggunakan proses pirolisis cepat (<em>fast pyrolysis</em>). Pabrik dirancang dengan kapasitas produksi sebesar 20.000 ton per tahun dan direncanakan berlokasi di Provinsi Riau berdasarkan pertimbangan ketersediaan bahan baku, infrastruktur, dan aspek ekonomi. Proses produksi meliputi tahap persiapan bahan baku, reaksi pirolisis cepat pada suhu sekitar 500 °C dalam kondisi tanpa oksigen, pemisahan uap hasil pirolisis, serta proses kondensasi untuk menghasilkan bio-oil. Hasil perhitungan neraca massa dan neraca energi menunjukkan bahwa proses yang dirancang mampu menghasilkan bio-oil dengan rendemen yang tinggi. Evaluasi ekonomi menunjukkan bahwa pabrik memiliki nilai <em>Total Capital Investment</em> (TCI) sebesar Rp 515.991.040.292, <em>Total Production Cost</em> (TPC) sebesar Rp 301.759.445.113, dan laba bersih sebesar Rp 133.180.051.654. Selain itu, diperoleh nilai <em>Pay Out Time</em> (POT) sebesar 2,6 tahun, <em>Rate of Return</em> (ROR) sebesar 34,41%, serta <em>Break Even Point </em>(BEP) sebesar 45,0%. Berdasarkan hasil analisis teknis dan ekonomi tersebut, pabrik bio-oil dari serbuk kayu ini dinyatakan layak untuk didirikan dan berpotensi mendukung pengembangan energi terbarukan di Indonesia.</p>2026-08-23T00:00:00+08:00Copyright (c) 2026 JURNAL TUGAS AKHIR TEKNIK KIMIAhttps://jtam.ulm.ac.id/index.php/jtatk/article/view/3721PRA-RANCANGAN PABRIK POLYURETHANE FOAM DARI BIJI NYAMPLUNG MENGGUNAKAN METODE EKOPSIDASI DAN POLIMERISASI DENGAN KAPASITAS 20.000 TON/TAHUN2026-05-20T23:41:58+08:00Zulfan Fuad Syani[email protected]Achmad Rendyka Dwy Putra Setiawan[email protected]Rizkia Yudha Satria[email protected]Ratri Sekaringgalih[email protected]Yukti Nurani[email protected]Bekti Palupi[email protected]<p>Pra-rancangan pabrik polyurethane foam berbahan baku minyak biji nyamplung (Calophyllum inophyllum L.) dengan kapasitas 20.000 ton/tahun bertujuan menghasilkan poliol bio-based sebagai alternatif ramah lingkungan pengganti poliol berbasis petrokimia. Pabrik direncanakan berlokasi di Banyuwangi, Jawa Timur dengan waktu operasi 330 hari/tahun. Proses produksi meliputi pre-treatment, hidrolisis trigliserida menjadi asam lemak bebas (FFA), epoksidasi dan ring opening untuk sintesis poliol, pemurnian poliol, serta polimerisasi dengan toluene diisosianat (TDI) menghasilkan polyurethane foam. Metode epoksidasi dan ring opening dipilih karena memiliki yield tinggi (>90%) dan telah berkembang secara komersial. Berdasarkan evaluasi ekonomi, pabrik ini layak didirikan dengan nilai Internal Rate of Return (IRR) 13%, Pay Out Time (POT) 4,97 tahun, dan Break Even Point (BEP) 54% kapasitas produksi. Pabrik ini berpotensi mendukung pengembangan industri kimia berbasis biomassa dan mengurangi ketergantungan bahan baku petrokimia.</p>2026-08-23T00:00:00+08:00Copyright (c) 2026 JURNAL TUGAS AKHIR TEKNIK KIMIA