PRA-RANCANGAN PABRIK BIO-OIL DARI SERBUK KAYU MELALUI PROSES PIROLISIS CEPAT DENGAN KAPASITAS 20.000 TON/TAHUN

Authors

  • Intan Permatasari Universitas Jember
  • Kamila Firda Nisa Program Studi S-1 Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Jember
  • Mengku Alamsyah Widya Program Studi S-1 Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Jember
  • Ansori Ansori Program Studi S-1 Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Jember
  • Istiqomah Rahmawati Program Studi S-1 Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Jember
  • Ditta Kharisma Yolanda Putri Program Studi S-1 Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Jember

Keywords:

Bio-oil, serbuk kayu, pirolisis cepat, biomassa, prarancangan pabrik

Abstract

Bio-oil merupakan bahan bakar cair hasil konversi biomassa lignoselulosa yang berpotensi sebagai substitusi bahan bakar fosil serta bahan baku industri kimia. Indonesia memiliki ketersediaan limbah serbuk kayu yang melimpah, khususnya di Provinsi Riau, namun pemanfaatannya masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan prarancangan pabrik bio-oil dari serbuk kayu dengan menggunakan proses pirolisis cepat (fast pyrolysis). Pabrik dirancang dengan kapasitas produksi sebesar 20.000 ton per tahun dan direncanakan berlokasi di Provinsi Riau berdasarkan pertimbangan ketersediaan bahan baku, infrastruktur, dan aspek ekonomi. Proses produksi meliputi tahap persiapan bahan baku, reaksi pirolisis cepat pada suhu sekitar 500 °C dalam kondisi tanpa oksigen, pemisahan uap hasil pirolisis, serta proses kondensasi untuk menghasilkan bio-oil. Hasil perhitungan neraca massa dan neraca energi menunjukkan bahwa proses yang dirancang mampu menghasilkan bio-oil dengan rendemen yang tinggi. Evaluasi ekonomi menunjukkan bahwa pabrik memiliki nilai Total Capital Investment (TCI) sebesar Rp 515.991.040.292, Total Production Cost (TPC) sebesar Rp 301.759.445.113, dan laba bersih sebesar Rp 133.180.051.654. Selain itu, diperoleh nilai Pay Out Time (POT) sebesar 2,6 tahun, Rate of Return (ROR) sebesar 34,41%, serta Break Even Point (BEP) sebesar 45,0%. Berdasarkan hasil analisis teknis dan ekonomi tersebut, pabrik bio-oil dari serbuk kayu ini dinyatakan layak untuk didirikan dan berpotensi mendukung pengembangan energi terbarukan di Indonesia.

Downloads

Published

2026-08-23