PRARANCANGAN PABRIK SELULOSA ASETAT DARI AMPAS TEBU DENGAN KATALIS ASAM SULFAT MELALUI PROSES ASETILASI DENGAN KAPASITAS 66.000 TON TAHUN

Authors

  • Rangga Yudha Syaifullah Program Studi S-1 Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Jember
  • Umliatus Zahro Universitas Jember
  • Yohanes Program Studi S-1 Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Jember
  • Sonya Hakim Raharjo Program Studi S-1 Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Jember
  • Istiqomah Rahmawati Program Studi S-1 Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Jember
  • Meta Fitri Rizkiana Program Studi S-1 Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Jember

Abstract

Desain pabrik selulosa asetat menggunakan bahan baku ampas tebu dirancang dengan kapasitas
produksi 66.000 ton/tahun. Kapasitas produksi hariannya adalah 200 ton/hari. Pabrik ini akan didirikan
di Kawasan Industri Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang,Jawa Timur dengan waktu produksi 330
hari/tahu. Proses Selulosa asetat dengan menggunakan metode reaksi asetilasi memiliki beberapa tahap
produksi, diantaranya: Tahap Persiapan Bahan Baku (pre-treatment) yang bertujuan untuk memperkecil
ukuran bahan baku serta memecah struktur lignin dan hemiselulosa. Selanjutnya adalah tahap pembuatan
produk (Selulosa Asetat) dimana akan terjadi aktivasi selulosa menjadi selulosa triasetat dan terakhir
adalah tahap purifikasi Selulosa Asetat yang bertujuan untuk menghilangkan sisa residu yang tidak
digunakan. Tahap asetilasi berlangsung secara kontinu dalam Continuous Flow Stirred Tank Reactor
(CSTR) yang dilengkapi pengaduk, dengan kondisi operasi suhu 40°C dan tekanan 1 atm selama 1 jam
yang berlangsung secara endotermis ,dan menghasilkan selulosa triasetat dengan bantuan penambahan
asetat anhidrida 98% yang mengandung gugus asetil untuk disubstitusi dengan gugus hidroksil (OH) pada
selulosa. Tahap Hidrolisis juga diperlukan untuk menghidrolisis seluruh selulosa triasetat menjadi seluosa
asetat. Reaktor yang digunakan Continuous Flow Stirred Tank Reactor (CSTR) dengan kondisi operasi
pada suhu 120°C dan tekanan 1 atm selama 1 jam yang prosesnya berlangusng secara eksotermis.
kemurnian produk yang dihasilkan sebesar 95% seluosa asetat. Bentuk perusahaan yang dipilih adalah
Perseroan Terbatas (PT) dengan jumlah karyawan sebanyak 310 orang yang terdiri dari karyawan shift
dan non shift. Berdasarkan evaluasi ekonomi, Annual Cash Flow (ACF) sebesar 51%, Pay Out Time (POT)
sebesar 1,84 tahun, dan Break Event Point (BEP) sebesar 43%.

Downloads

Published

2026-07-20