PRARANCANGAN PABRIK POLY LACTIC ACID (PLA) DARI SINGKONG MELALUI METODE FERMENTASI KAPASITAS 4.000 TON/TAHUN
Keywords:
Poly Lactic Acid, lactic acid, cassava, fermentation, polymerizationAbstract
Poly Lactic Acid (PLA) adalah senyawa kimia yang memiliki banyak aplikasi di berbagai industri, seperti tekstil,
otomotif, dan farmasi. Karena tidak adanya pabrik lokal, Indonesia masih mengimpor Poly Lactic Acid untuk
memenuhi kebutuhannya. Sebagai hasilnya, prototipe pabrik PLA yang menggunakan singkong sebagai bahan baku
telah dibuat, dengan kapasitas produksi tahunan sebesar 4.000 ton. Menggunakan Lactobacillus Delbrueckii
sebagai bakteri penghasil asam laktat dan Stannous Octoate (Sn(II)Oct) sebagai katalis, fermentasi dan
polimerisasi merupakan proses produksi utama. Singkong terlebih dahulu diolah menggunakan metode hidrolisis
untuk menghasilkan glukosa. Fermentasi kemudian menghasilkan asam laktat, yang selanjutnya dikonversi menjadi
PLA menggunakan metode ROP. Pabrik akan dibangun di lahan seluas 1,5 hektar di Kota Cilegon, Banten. Hasil
evaluasi ekonomi menunjukkan bahwa total investasi modal sebesar Rp696.625.396.745, dengan titik impas 43%,
tingkat pengembalian 16,36%, dan masa pengembalian 3,79 tahun. Pabrik tersebut dianggap secara teknis dan
finansial layak untuk dibangun berdasarkan temuan evaluasi.