PRARANCANGAN PABRIK BIOBUTANOL DARI TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT MELALUI METODEFERMENTASI EKSTRAKTIF DENGAN KAPASITAS 24.000 TON/TAHUN
Abstract
Meningkatnya kebutuhan akan sumber energi yang berkelanjutan dan terbarukan mendorong
pengembangan bahan bakar berbasis hayati, termasuk biobutanol. Studi ini menyajikan prarancangan
pabrik biobutanol dengan kapasitas produksi 24.000 ton/tahun menggunakan tandan kosong kelapa sawit
(TKKS) sebagai bahan baku. Proses meliputi pretreatment, delignifikasi, hidrolisis enzimatik, dan
fermentasi ABE ekstraktif menggunakan Clostridium saccharoperbutylacetonicum N1-4 yang dioperasikan
secara fed-batch untuk meningkatkan hasil dan mengurangi hambatan produk. Ekstraktan yang digunakan
adalah 2-etil-1-heksanol, yang secara selektif memisahkan ABE dari media fermentasi, sehingga
memungkinkan konsentrasi butanol yang lebih tinggi. Produk dimurnikan melalui sistem distilasi multi
tahap. Hasil neraca massa dan energi menunjukkan kebutuhan bahan baku sebesar 71.693,05 kg/jam dan
output biobutanol sebesar 3.030 kg/jam. Evaluasi ekonomi menunjukkan Pay Out Time (POT) selama 2,78
tahun, Return on Investment (ROI) sebesar 31,32%, dan Break Even Point (BEP) sebesar 41,2%, yang
mengindikasikan kelayakan ekonomi pabrik ini. Rancangan ini menunjukkan potensi menjanjikan dalam
mengonversi limbah biomassa menjadi bahan bakar terbarukan bernilai tinggi.