PRARANCANGAN PABRIK PEMBUATAN MONOETILEN GLIKOL SEBAGAI CAMPURAN LARUTAN ANTI-FREEZE DARI TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT (TKKS) MENGGUNAKAN PROSES KATALIK HIDROGENASI DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 50.000 TON/TAHUN
Keywords:
Monoetilen Glikol (MEG), Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS), Hidrogenasi Katalitik, Neraca Massa-Energi, Kelayakan EkonomiAbstract
Pabrik Monoetilen Glikol (MEG) berbasis Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) dirancang untuk memenuhi kebutuhan nasional sekaligus mengurangi dampak lingkungan limbah perkebunan sawit. MEG diproduksi melalui proses hidrogenasi katalitik dengan kapasitas 50.000 ton/tahun, berlokasi di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, yang dipilih berdasarkan ketersediaan bahan baku, akses transportasi, dan utilitas pendukung. Proses produksi meliputi empat tahap utama: (1) Persiapan bahan baku (penggilingan TKKS), (2) Pre-treatment alkali untuk pemisahan lignin, (3) Reaksi hidrogenasi katalitik dengan katalis Ni-W pada suhu 240–280°C dan tekanan 5–6 atm, serta (4) Pemurnian produk melalui distilasi. Neraca massa menunjukkan efisiensi konversi dengan input TKKS 6.313,13 kg/jam dan output MEG 2.682,66 kg/jam. Analisis ekonomi mengindikasikan kelayakan proyek dengan Return on Investment (ROI) 48,05%, Break Even Point (BEP) 24,20%, dan payback period 2 tahun 1 bulan. Pabrik ini tidak hanya mengurangi ketergantungan impor MEG tetapi juga memberikan solusi berkelanjutan bagi pengelolaan limbah TKKS