PRARANCANGAN PABRIK ASAM LAKTAT DARI UBI KAYU DENGAN PROSES SIMULTANEOUS SACCHARIFICATION AND FERMENTATION (SSF) KAPASITAS 4.500 TON/TAHUN
Keywords:
ubi kayu, asam laktat, lactobacillus delbrueckii, SSF process, fermenter SSFAbstract
Asam laktat atau 2-hydroxypropanoic acid (C3H6O3) merupakan senyawa organik yang larut dalam air dan dapat ditemukan di alam dalam bentuk D-lactic acid dan L-lactic acid. Asam laktat banyak diaplikasikan di berbagai industri, seperti makanan, kosmetik, farmasi, kimia, dan lainnya. Pendirian pabrik asam laktat berbasis ubi kayu dengan kapasitas 4.500 ton/tahun menggunakan bantuan bakteri asam laktat yaitu Lactobacillus delbrueckii dalam proses fermentasi. Pabrik ini didirikan di Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah dengan waktu produksi dalam setahun selama 330 hari. Tahap produksi terdiri dari tahap persiapan bahan baku, tahap Simultaneous Saccharification and Fermentation (SSF), dan tahap pemurnian produk. Tahap persiapan bahan baku berlangsung dari ubi kayu hingga terbentuk pasta pati, selanjutnya masuk ke dalam Reaktor Likuifaksi (R-180) untuk memecah pati kedalam bentuk dekstrin dengan bantuan enzim α-amylase. Tahap Simultaneous Saccharification and Fermentation (SSF) berlangsung dalam Fermenter SSF (R-240) dengan kondisi operasi 45°C dan tekanan 1 atm selama 24 jam. Tahap permurnian produk dilakukan menggunakan evaporator hingga mendapatkan kemurnian produk asam laktat sebesar 88%. Utilitas pendukung proses meliputi kebutuhan air sebesar 99.427,6401 kg/jam, kebutuhan steam sebesar 3.219,9494 kg/jam, kebutuhan listrik sebesar 549,07 kW/jam, dan kebutuhan bahan bakar sebesar 358,6076 L/jam. Bentuk perusahaan yang dipilih adalah Perseroan Terbatas (PT) dengan jumlah karyawan sebanyak 134 orang yang terdiri dari karyawan shift dan non-shift. Berdasarkan analisis ekonomi dihasilkan Annual Cash Flow (ACF) sebesar 25,50%, Pay Out Time (POT) sebesar 3,53 tahun, dan Break Event Point sebesar 46,32%. Hasil dari evaluasi ekonomi dapat disimpulkan bahwa pabrik asam laktat dengan kapasitas 4.500 ton/tahun ini layak untuk didirikan.