PRARANCANGAN PABRIK ANILIN DENGAN PROSES HIDROGENASI NITROBENZENA FASE UAP KAPASITAS 1.120 TON/TAHUN
Abstract
Saat ini, sektor industri memegang peranan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi suatu negara, khususnya pada industri manufaktur. Salah satu sektor yang memiliki potensi besar untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia adalah industri produksi anilin. Anilin merupakan senyawa organik dengan rumus kimia C₆H₅NH₂. Senyawa ini berupa cairan berminyak tidak berwarna dengan bau yang khas dan banyak digunakan sebagai bahan baku dalam industri pestisida, karet, farmasi, serta zat warna. Hingga saat ini, Indonesia masih mengimpor anilin dari luar negeri, padahal banyak industri dalam negeri yang memerlukan anilin sebagai bahan baku. Oleh karena itu, penelitian ini membahas perancangan pabrik anilin dengan kapasitas produksi sebesar 1.120 ton per tahun dan waktu operasi selama 330 hari per tahun. Tahapan proses meliputi persiapan bahan baku, sintesis anilin, dan pemurnian produk. Bahan baku yang digunakan adalah nitrobenzena dan hidrogen dengan kebutuhan masing-masing sebesar 1.900,467 ton per tahun dan 5.701,4020 ton per tahun. Proses yang diterapkan adalah hidrogenasi fase uap (vapor-phase hydrogenation) dengan rendemen (yield) sebesar 99%. Lokasi pabrik yang direncanakan berada di Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Bentuk badan usaha yang dipilih adalah Perseroan Terbatas (PT) dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 202 orang. Kelayakan pendirian pabrik dievaluasi berdasarkan analisis ekonomi yang mempertimbangkan beberapa parameter keuangan. Hasil evaluasi ekonomi menunjukkan bahwa waktu pengembalian modal (Pay-Out Time atau POT) adalah 4,51 tahun, tingkat pengembalian investasi (Return on Investment atau ROI) sebesar 79,74%, dan titik impas (Break-Even Point atau BEP) sebesar 53,04%.