JCAE (Journal of Chemistry And Education)
https://jtam.ulm.ac.id/index.php/jcae
<p style="text-align: justify;"><strong><em>JCAE (Journal of Chemistry and Education</em>)</strong> merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Lambung Mangkurat dan berisi hasil penelitian tentang pendidikan dan pembelajaran dalam bidang kimia serta penelitian kimia yang meliputi kimia analitik, kimia organik, biokimia, kimia anorganik serta kimia fisik.</p>en-US[email protected][email protected]Fri, 18 Sep 2026 15:32:41 +0800OJS 3.2.1.5http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss60 VALIDITAS E-MODUL SCCRT BERBASIS SOCIO-SCIENTIFIC ISSUES LAHAN BASAH PADA MATERI KESETIMBANGAN KIMIA
https://jtam.ulm.ac.id/index.php/jcae/article/view/3828
<p>Materi kesetimbangan kimia masih menjadi salah satu materi yang sulit dipahami oleh peserta didik karena bersifat abstrak dan dinamis, sementara bahan ajar yang mampu memvisualisasikan konsep serta mengaitkannya dengan konteks kehidupan nyata masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat validitas e-modul SCCrT berbasis <em>Socio-Scientific Issues</em> lahan basah pada materi kesetimbangan kimia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang berfokus pada penilaian validitas e-modul yang telah dikembangkan. E-modul dikembangkan dengan mengintegrasikan konteks lahan basah ke dalam pembelajaran yang kontekstual. Proses validasi melibatkan lima validator, yaitu dua dosen Pendidikan Kimia ULM dan tiga guru kimia dari tiga sekolah menengah atas di Kota Banjarmasin. Instrumen yang digunakan berupa lembar validasi e-modul yang mencakup aspek kelayakan isi, kelayakan penyajian, kelayakan bahasa, serta tampilan dan media. Data hasil validasi dianalisis menggunakan indeks Aiken's V. Hasil analisis menunjukkan nilai validitas pada aspek kelayakan isi, kelayakan penyajian, kelayakan bahasa, serta tampilan dan media berturut-turut sebesar 0,86; 0,93; 0,85; dan 0,97. Rata-rata nilai indeks Aiken's V yang diperoleh sebesar 0,90 dengan kategori valid. Berdasarkan hasil penelitian, e-modul SCCrT berbasis SSI lahan basah pada materi kesetimbangan kimia dinyatakan valid dan layak digunakan dalam pembelajaran kimia.</p> <p> </p> <p><strong><em>Abstract. </em></strong><em>Chemical equilibrium is one of the chemistry topics that students still find difficult to understand because it is abstract and dynamic, while instructional materials capable of visualizing concepts and relating them to real-life contexts remain limited. This study aimed to describe the validity of an SCCrT e-module based on wetland Socio-Scientific Issues (SSI) for chemical equilibrium. This study employed a quantitative descriptive design focusing on evaluating the validity of the developed e-module. The e-module was developed by integrating wetland contexts into contextual chemistry learning. The validation process involved five validators, consisting of two lecturers from the Chemistry Education Study Program at Universitas Lambung Mangkurat and three chemistry teachers from three senior high schools in Banjarmasin. The research instrument was an e-module validation sheet covering four aspects: content feasibility, presentation feasibility, language feasibility, and media and visual design. The validation data were analyzed using Aiken's V index. The results showed that the validity indices for content feasibility, presentation feasibility, language feasibility, and media and visual design were 0.86, 0.93, 0.85, and 0.97, respectively. The average Aiken's V index was 0.90, indicating that the e-module was valid. Therefore, the SCCrT e-module based on wetland SSI for chemical equilibrium was considered valid and feasible for use in chemistry learning.</em></p>Salmaa Husnaa, Parham Saadi, Rusmansyah, Iriani Bakti, Yogo Dwi Prasetyo
Copyright (c) 2026 JCAE (Journal of Chemistry And Education)
http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0
https://jtam.ulm.ac.id/index.php/jcae/article/view/3828Fri, 18 Sep 2026 00:00:00 +0800PENGEMBANGAN E-MODUL STOIKIOMETRI BERBASIS TPACK DENGAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK
https://jtam.ulm.ac.id/index.php/jcae/article/view/3804
<p>Penelitian <em>Research and Development</em> (R&D) ini bertujuan menghasilkan e-modul stoikiometri berbasis TPACK dengan model <em>Problem Based Learning</em> (PBL) yang valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Model pengembangan yang digunakan adalah ADDIE yang meliputi tahap <em>analyze, design, development, implementation,</em> dan <em>evaluation</em>. Subjek penelitian terdiri atas 5 validator, 15 peserta didik kelas XI pada uji coba perorangan dan kelompok kecil, serta 36 peserta didik kelas X SMA Negeri 5 Banjarmasin pada uji coba terbatas. Data dikumpulkan melalui lembar validasi, kuesioner, lembar observasi, serta tes <em>pretest</em> dan <em>posttest</em>. Data dianalisis menggunakan Aiken V, persentase, dan N-gain. Hasil penelitian menunjukkan e-modul yang dikembangkan memiliki validitas sangat tinggi (Aiken V = 0,95), kepraktisan sangat tinggi (97,43%), dan efektif meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik (N-gain = 0,80; kategori tinggi). Berdasarkan hasil tersebut, disimpulkan e-modul stoikiometri berbasis TPACK dengan model PBL yang dikembangkan layak digunakan sebagai media pembelajaran kimia untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Penggunaan e-modul ini juga dapat mendukung penerapan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik sekaligus menjadi referensi dalam pengembangan bahan ajar digital pada materi kimia lainnya.</p> <p> </p> <p><strong><em>Abstract.</em></strong><em> This Research and Development (R&D) research aims to produce TPACK-based stoichiometric e-module with valid, practical, and effective Problem Based Learning (PBL) model in improving students' critical thinking skills. The development model used is ADDIE which includes the analyze, design, development, implementation, and evaluation stages. The research subjects consisted of 5 validators, 15 class XI students in individual and small group trials, and 36 class X students of SMA Negeri 5 Banjarmasin in limited trial. Data was collected through validation sheets, questionnaires, observation sheets, as well as pretest and posttest tests. The data was analyzed using Aiken V, percentage, and N-gain. The results showed that the e-modules developed had very high validity (Aiken V = 0.95), very high practicality (97.43%), and were effective in improving students' critical thinking skills (N-gain = 0.80; high category). Based on these results, it was concluded that the TPACK-based stoichiometric e-module with the PBL model developed is suitable for use as chemistry learning medium to improve students' critical thinking skills. The use of this e-module can also support the application of student-centered learning as well as reference in the development of digital teaching materials on other chemistry materials.</em></p>Dewi Mariyam, Iriani Bakti, Atiek Winarti, Rusmansyah
Copyright (c) 2026 JCAE (Journal of Chemistry And Education)
http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0
https://jtam.ulm.ac.id/index.php/jcae/article/view/3804Fri, 18 Sep 2026 00:00:00 +0800PENGEMBANGAN E-MODUL SIFAT KOLIGATIF LARUTAN DENGAN PENDEKATAN TPACK MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MURID
https://jtam.ulm.ac.id/index.php/jcae/article/view/3803
<p>Penelitian ini bertujuan mengembangkan e-modul sifat koligatif larutan berbasis <em>Problem Based Learning</em> (PBL) terintegrasi <em>Technological, Pedagogical, and Content Knowledge</em> (TPACK) untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis murid kelas XII. Penelitian ini menggunakan metode <em>Research and Development</em> (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap <em>analyze, design, development, implementation,</em> dan <em>evaluation</em>. Subjek uji coba utama penelitian adalah 17 murid kelas XII-KIM 1 MAN 1 Banjarmasin. Data dikumpulkan melalui lembar validasi, angket respons murid dan guru, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, serta tes kemampuan berpikir kritis. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif berdasarkan kriteria validitas, kepraktisan, dan efektivitas menggunakan nilai <em>N-Gain</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-modul memperoleh tingkat validitas sebesar 97,41% dengan kategori sangat valid dan tingkat kepraktisan sebesar 91,76% dengan kategori sangat praktis. Hasil uji efektivitas menunjukkan nilai <em>N-Gain</em> sebesar 82,55% dengan kategori tinggi. Dengan demikian, e-modul berbasis PBL terintegrasi TPACK layak digunakan sebagai alternatif bahan ajar digital untuk mendukung pengembangan kemampuan berpikir kritis murid pada materi sifat koligatif larutan.<br /><br /><strong><em>Abstract.</em></strong><em> This study aimed to develop an e-module on colligative properties based on Problem Based Learning (PBL) integrated with the Technological, Pedagogical, and Content Knowledge (TPACK) approach to improve the critical thinking skills of twelfth-grade students. This study employed a Research and Development (R&D) method using the ADDIE model, which consists of five stages: analyze, design, development, implementation, and evaluation. The main subjects of the study were 17 students of class XII-KIM 1 at MAN 1 Banjarmasin. Data were collected through validation sheets, student and teacher response questionnaires, learning implementation observation sheets, and critical thinking tests. The data were analyzed descriptively and quantitatively based on validity, practicality, and effectiveness criteria using the N-Gain score. The results showed that the developed e-module achieved a validity score of 97.41%, categorized as very valid, and a practicality score of 91.76%, categorized as very practical. The effectiveness test resulted in an N-Gain score of 82.55%, categorized as high. Therefore, the PBL-based e-module integrated with TPACK is feasible as an alternative digital teaching material to support the development of students’ critical thinking skills in learning colligative properties.</em></p>Mizratul Audah, Iriani Bakti, Arif Sholahuddin, Rilia Iriani
Copyright (c) 2026 JCAE (Journal of Chemistry And Education)
http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0
https://jtam.ulm.ac.id/index.php/jcae/article/view/3803Fri, 18 Sep 2026 00:00:00 +0800PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS RETRIEVAL PRACTICE MENGGUNAKAN FLASHCARD UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DAN PEMAHAMAN SISWA PADA MATERI IKATAN KIMIA
https://jtam.ulm.ac.id/index.php/jcae/article/view/3888
<p>Rendahnya motivasi dan pemahaman konsep siswa pada materi ikatan kimia disebabkan pembelajaran yang masih berpusat pada guru serta kurangnya penggunaan media pembelajaran yang interaktif. Oleh karena itu, perlu dikembangkan media pembelajaran interaktif berbasis <em>retrieval practice </em>menggunakan <em>flashcard</em> yang valid, praktis, dan efektif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah <em>Research and Development</em> dengan menggunakan model ADDIE yang meliputi tahap <em>analysis, design, development, implementation,</em> dan <em>evaluation</em>, sedangkan uji coba terbatas menggunakan desain <em>one-group Pretest-Posttest</em>. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI SMA Negeri 6 Banjarmasin. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar validasi ahli, angket respon guru dan siswa, lembar observasi, angket motivasi belajar serta tes pemahaman konsep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan memenuhi kriteria: (1) valid dengan nilai rata-rata Aiken’s V sebesar 0,80 berdasarkan penilaian ahli, (2) praktis dengan rata-rata persentase 85,2 % ditinjau dari respon guru dan siswa serta keterlaksanaan pembelajaran yang berada pada kategori baik, dan (3) efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep dan motivasi belajar siswa, yang ditunjukkan melalui peningkatan pemahaman konsep dengan nilai <em>N-Gain</em> sebesar 0,87 dalam kategori tinggi serta peningkatan motivasi belajar sebesar 25,4%. Dengan demikian, media pembelajaran <em>flashcard</em> berbasis <em>retrieval practice </em>layak digunakan sebagai alternatif media pembelajaran pada materi ikatan kimia.</p> <p> </p> <p><strong><em>Abstract. </em></strong><em>The low motivation and conceptual understanding of students in chemical bonding material are caused by teacher-centered learning and the lack of interactive learning media. Therefore, it is necessary to develop an interactive learning medium based on retrieval practice using flashcards that is valid, practical, and effective. This study employed the Research and Development method using the ADDIE model, which consists of the Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation stages, while the limited trial used a one-group Pretest-Posttest Design. The subjects of this study were eleventh-grade students at SMA Negeri 6 Banjarmasin. Data were collected using expert validation sheets, teacher and student response Questionnaires, observation sheets, a learning motivation Questionnaire, and a conceptual understanding test. The results showed that the developed learning medium met the following criteria: (1) valid, with an average Aiken’s V value of 0.80 based on expert assessments; (2) practical, with an average percentage of 85.2%, as indicated by teacher and student responses and the Implementation of learning activities in the good category; and (3) effective in improving students’ conceptual understanding and learning motivation, as demonstrated by a high N-Gain score of 0.87 for conceptual understanding and a 25.4% increase in learning motivation. Therefore, the retrieval practice-based flashcard learning medium is feasible as an alternative learning medium for chemical bonding material.</em></p>Khairi Syafina, Parham Saadi, Mahdian, Arif Sholahuddin
Copyright (c) 2026 JCAE (Journal of Chemistry And Education)
http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0
https://jtam.ulm.ac.id/index.php/jcae/article/view/3888Fri, 18 Sep 2026 00:00:00 +0800PERSEPSI SISWA TERHADAP LINGKUNGAN BELAJAR LABORATORIUM KIMIA DI TIGA SMA NEGERI BANJARMASIN: SURVEI DESKRIPTIF MENGGUNAKAN CHEMISTRY LABORATORY ENVIRONMENT INVENTORY (CLEI)
https://jtam.ulm.ac.id/index.php/jcae/article/view/3883
<p>Lingkungan belajar laboratorium kimia merupakan konstruksi multidimensional yang mencakup aspek sosial, pedagogis, prosedural, dan material, Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi siswa terhadap lingkungan belajar laboratorium kimia di tiga SMA Negeri di Banjarmasin menggunakan <em>Chemistry Laboratory Environment Inventory</em> (CLEI). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei deskriptif. Responden penelitian berjumlah 248 siswa kelas X dan XI yang telah mengikuti kegiatan praktikum kimia. Data dikumpulkan menggunakan angket CLEI yang terdiri atas 35 butir dalam lima dimensi, yaitu <em>student cohesiveness</em>, <em>open-endedness</em>, <em>integration</em>, <em>rule clarity</em>, dan <em>material environment</em>. Data dianalisis menggunakan skor rata-rata dan persentase capaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rule <em>clarity</em> memperoleh persentase tertinggi sebesar 84,99%, diikuti oleh <em>integration</em> sebesar 82,24% dan material environment sebesar 81,08%, yang termasuk kategori sangat baik, student <em>cohesiveness </em>memperoleh 74,22% dan termasuk kategori baik, sedangkan <em>open-endedness</em> memperoleh persentase terendah sebesar 52,13% dan termasuk kategori cukup. Temuan menunjukkan bahwa siswa memersepsikan lingkungan laboratorium secara positif, terutama pada aspek kejelasan aturan, keterkaitan praktikum dengan pembelajaran di kelas, serta kondisi material. Sebaliknya, kesempatan untuk melakukan eksplorasi dan penyelidikan yang lebih terbuka masih dipersepsikan sebagai relatif terbatas, Rendahnya capaian <em>open-endedness</em> menjadi dasar untuk mempertimbangkan pengembangan kegiatan praktikum yang memberi ruang lebih besar bagi inisiatif dan pengambilan keputusan siswa secara bertahap tanpa mengurangi aspek keselamatan dan struktur laboratorium.<br /><br /><strong><em>Abstract.</em></strong> <em>The chemistry laboratory learning environment is a multidimensional construct encompassing social, pedagogical, procedural, and material aspects. This study aimed to describe students' perceptions of the chemistry laboratory learning environment in three public high schools in Banjarmasin using the Chemistry Laboratory Environment Inventory (CLEI). A quantitative descriptive survey was employed, The respondents were 248 students in Grades X and XI who had participated in chemistry laboratory activities. Data were collected using a 35-item CLEI questionnaire covering five dimensions: student cohesiveness, open-endedness, integration, rule clarity, and material environment. The data were analyzed using mean scores and percentage achievement, Rule clarity obtained the highest percentage (84,99%), followed by integration (82,24%) and material environment (81,08%), all categorized as very good, Student cohesiveness reached 74,22% and was categorized as good, whereas open-endedness obtained the lowest percentage (52,13%) and was categorized as sufficient. The findings indicate that students perceived the laboratory environment positively, particularly in terms of rule clarity, the connection between laboratory activities and classroom learning, and material conditions. In contrast, opportunities for more open exploration and investigation were perceived as relatively limited. The lower open-endedness score suggests a need to gradually expand opportunities for student initiative and decision-making while maintaining laboratory safety and structure.</em></p>Annisa Harwin Maulida, Rusmansyah, Yogo Dwi Prasetyo, Parham Saadi, Asmi Rusmanayanti, Arief Ertha Kusuma, Tien Tien Lee
Copyright (c) 2026 JCAE (Journal of Chemistry And Education)
http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0
https://jtam.ulm.ac.id/index.php/jcae/article/view/3883Fri, 18 Sep 2026 00:00:00 +0800