PENGEMBANGAN TWO-TIER MULTIPLE CHOICE DIAGNOSTIC INSTRUMENT UNTUK MENGANALISIS KESULITAN BELAJAR SISWA PADA MATERI LARUTAN PENYANGGA SISWA KELAS XI

Authors

  • Mahdian Mahdian Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Lambung Mangkurat
  • Muhayar Muhayar Pendidikan Kimia

DOI:

https://doi.org/10.20527/jcae.v9i2.3522

Keywords:

two-tier multiple choice diagnostic, kesulitan belajar, larutan penyangga

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi (1) kualitas butir soal pada instrumen tes diagnostik two-tier multiple choice yang dikembangkan dan (2) karakteristik kesulitan belajar siswa yang dapat teridentifikasi melalui instrumen tersebut pada materi larutan penyangga. Uji coba instrumen dilaksanakan melalui dua tahap, yaitu uji coba lapangan awal dan uji coba lapangan pada beberapa sekolah menengah atas. Teknik pengumpulan data meliputi penggunaan instrumen tes diagnostik two-tier multiple choice, wawancara, serta angket tanggapan siswa. Analisis kualitas instrumen dilakukan berdasarkan kriteria validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya beda, dan efektivitas pengecoh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 31 butir soal yang dikembangkan, sebanyak 20 soal dinyatakan layak digunakan sebagai instrumen tes diagnostik setelah melalui proses analisis dan revisi. Instrumen memiliki reliabilitas tinggi dengan koefisien berkisar antara 0,62–0,77, tingkat kesukaran bervariasi dari kategori mudah hingga sulit, serta daya beda yang tersebar dari kategori sangat baik hingga jelek. Sebagian besar pengecoh berfungsi dengan baik, meskipun beberapa masih perlu perbaikan. Instrumen ini mampu mengidentifikasi kesulitan belajar siswa baik pada aspek konseptual maupun algoritmik, sehingga dapat digunakan sebagai alat diagnostik yang efektif untuk mendukung perbaikan proses pembelajaran kimia

References

Arifin, Z. (2009). Evaluasi pembelajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Arikunto, S. (2009). Manajemen penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.

Arikunto, S. (2012). Dasar-dasar evaluasi pendidikan (Edisi ke-2). Jakarta: Bumi Aksara.

Bayrak, B. K. (2013). Using two-tier test to identify primary students’ conceptual understanding and alternative conceptions in acid–base. Mevlana International Journal of Education, 3(2), 19–26.

Chandrasegaran, A. L., Treagust, D. F., & Mocerino, M. (2007). The development of a two-tier multiple-choice diagnostic instrument for evaluating secondary school students’ ability to describe and explain chemical reactions using multiple levels of representation. Chemistry Education Research and Practice, 8(3), 293–307.

Cohen, R. J. (2010). Psychological testing and assessment. New York, NY: McGraw-Hill.

Fauziah, N. E. (2013). Pengembangan instrumen tes diagnostik two-tier untuk mengidentifikasi miskonsepsi siswa kelas XI dalam memahami materi larutan penyangga (Skripsi tidak dipublikasikan). Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

Jauhariansyah, S. (2014). Pengembangan dan penggunaan tes diagnostik pilihan ganda dua tingkat (two-tier multiple choice) untuk mengungkap pemahaman siswa kelas X pada materi konsep redoks dan larutan elektrolit (Skripsi tidak dipublikasikan). Universitas Bengkulu, Bengkulu.

Jefriadi, R. S., & Erlina. (2013). Deskripsi kemampuan representasi mikroskopik dan simbolik siswa SMA negeri di Kabupaten Sambas pada materi hidrolisis garam (Laporan penelitian). FKIP Untan, Pontianak.

Kurniawan, M. A., Prayitno, & Yahmin. (2013). Menggali pemahaman siswa SMA pada konsep larutan penyangga menggunakan instrumen diagnostik two-tier. Diakses dari http://jurnalonline.um.ac.id/data/artikel/artikelF5E18132B5AA6AD2873C07F36708438C.pdf

Maharani, T. R. P., & Yahmin. (2012). Menggali pemahaman siswa SMA pada konsep kelarutan dan hasil kali kelarutan dengan menggunakan tes diagnostik two-tier. Diakses dari http://jurnalonline.um.ac.id/data/artikel/artikel6DD5292F2EA988FB46FC08A2F98579A9.pdf

Marsita, R. A., Prayitno, S., & Karyadi, E. (2010). Analisis kesulitan belajar kimia siswa SMA dalam memahami materi larutan penyangga dengan menggunakan two-tier multiple choice diagnostic instrument. Diakses dari http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/JIPK/article/viewFile/1308/1378

Maunah, W. N. (2014). Pengembangan two-tier multiple choice diagnostic test untuk menganalisis kesulitan belajar siswa kelas X pada materi suhu dan kalor. Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika, 195–200.

Mohtar, H., Nurhayati, B., & Mangara, S. (2011). Identifikasi kesulitan siswa kelas XI IPA SMA Negeri 3 Gorontalo dalam menyelesaikan soal-soal larutan penyangga. Diakses dari http://repository.ung.ac.id/get/simlit_res/1/525/IdentifikasiKesulitan-Siswa-Kelas-XI-IPASMA-Negeri-3-Gorontalo-dalamMenyelesaikan-Soal-SoalLarutan-Penyangga-Penulis-3.pdf

Ozmen, H. (2004). Some student misconceptions in chemistry: A literature review of chemical bonding. Journal of Science Education and Technology, 13(2), 147–159.

Sari, S. M. E., Milama, B., & Dewi, N. P. P. M. S. (2025). Chemistry Teachers’ Understanding of Literacy and Learning Skills as Part of 21st Century Skills: A Quantitative Descriptive Analysis. Quantum: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains, 16(2), 230-239.

Sukmadinata, N. S. (2013). Metode penelitian pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Sugiyono. (2013). Metode penelitian pendidikan (pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta.

Tan, K. C. D., Taber, K. S., Goh, N. K., & Chia, L. S. (2005). The ionisation energy diagnostic instrument: A two-tier multiple-choice instrument to determine high school students’ understanding of ionisation energy. Chemistry Education Research and Practice, 6(4), 180–197.

Tiyas, K. N. R. N., Muhardjito, & Kadim, M. (2013). Pengembangan instrumen penilaian diagnostik bentuk pilihan ganda dua tingkat untuk mengetahui kelemahan pemahaman konsep materi kalor siswa kelas X-7 SMA Laboratorium UM (Skripsi tidak dipublikasikan). Universitas Negeri Malang, Malang.

Tüysüz, C. (2009). Development of two-tier instrument and assess students’ understanding in chemistry. Scientific Research and Essay, 4(6), 626–631.

Wu, H.-K., Krajcik, J. S., & Soloway, E. (2000). Promoting conceptual understanding of chemical representations: Students’ use of a visualization tool in the classroom. Paper presented at the annual meeting of the National Association for Research in Science Teaching, New Orleans, LA.

Yunitasari, W., Suciati, E., & Nurhayati, N. D. (2013). Pembelajaran direct instruction disertai hierarki konsep untuk mereduksi miskonsepsi siswa pada materi larutan penyangga kelas XI IPA. Jurnal Pendidikan Kimia, 2(3).

Downloads

Published

2026-04-08

How to Cite

Mahdian, M., & Muhayar, M. (2026). PENGEMBANGAN TWO-TIER MULTIPLE CHOICE DIAGNOSTIC INSTRUMENT UNTUK MENGANALISIS KESULITAN BELAJAR SISWA PADA MATERI LARUTAN PENYANGGA SISWA KELAS XI. JCAE (Journal of Chemistry And Education), 9(2), 56–68. https://doi.org/10.20527/jcae.v9i2.3522