INDEX PEMBANGUNAN OLAHRAGA DI TINJAU DARI KETERSEDIAAN RUANG TERBUKA OLAHRAGA DI KOTA BANJARBARU

  • Candra Nuranto Universitas Lambung Mangkurat
  • Mita Erliana Universitas Lambung Mangkurat
  • Tri Irianto Universitas Lambung Mangkurat
Keywords: Ruang Terbuka, Sport Development Index, Hasil Analisis, Hasil Penelitian.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ketersediaan ruang terbuka olahraga di kota Banjarbaru. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah 3 kecamatan yang diambil dari 5 kecamatan yang ada di kota Banjarbaru. Pengumpulan data pada penelitian ini berupa dokumentasi ketersediaan ruang terbuka olahraga dan jumlah penduduk dari 3 kecamatan di kota Banjarbaru.

Parameter yang digunakan untuk mengukur tingkat pembangunan ketersediaan ruang terbuka olahraga yaitu menggunakan sport development index sebagai parameter pembangunannya, yaitu terkait pada aspek ruang terbuka olahraganya.

Pada penelitian ini didapatkan data jumlah penduduk kota Banjarbaru yang diambil dari 3 kecamatan dan ketersediaan ruang terbuka olahraga dari dispora. Yang kemudian dianalisis menggunakan rumus index dimensi ruang terbuka olahraga dari setiap kecamatan. Setelah dianalisis didapatkan hasil perbandingan dari tiap kecamatan sebagai berikut : kecamatan Banjarbaru Selatan 0.617, Banjarbaru Utara 1.008, Landasan Ulin 0.398 sehingga didapatkan hasil perbandingan ketersediaan ruang terbuka olahraga kota Banjarbaru dengan standar ruang terbuka adalah 0.674. atau setara dengan 67% . hal ini masuk dalam kategori sedang untuk ketersediaan ruang terbuka olahraga di kota Banjarbaru.

References

Indikator Olahraga Indonesia. (2002). Jakarta Pusat Direktorat Jendral Olahraga.

Mutohir, Toho, C & Makusum Ali. (2007). Sport Development Index: Indeks Jakarta Pusat.

Mutohir Toho C, dkk. (2004) Pengkajian Sport development Index. 2004.

Marbun B. A. (2007). Ruang Terbuka Olahraga Sebagai Pendukung Sarana Olahraga Perkotaan. Fakultas Teknik Universitas Indonesia.

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta, Bandung.

Sumaryanto. (2005). Sport Development Index Sebagai Parameter Dalam Mengukur Pembangunan Olahraga Indonesia. Universitas Negeri Yogyakarta.

Profile Kota Banjarbaru (Online), Https:id.m.wikipedia.org/wiki/kota_Banjarbaru. diakses tanggal 8 Januari 2020.

Undang-Undang RI NO. 3. Tahun 2005 Tentang Standar Keolahragaan Nasional. Jakarta Pusat.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Tahun 2019. Olahraga Dan Manfaat Bagi Kesehatan. dipublikasi Jum'at, 23 Desember 2016

Undang-Undang RI NO. 26 Tahun 2007 Tentanng Penataan Ruang. Jakarta Pusat.

Mashud, M. (2016). Model Sekolah Berwawasan Kebugaran Jasmani. Multilateral Jurnal Pendidikan Jasmani Dan Olahraga, 15(1), 75–86. https://doi.org/10.20527/multilateral.v15i1.2485

Undang-Undang RI No. 3 tahun 2005 Tentang Standar Keolahragaan Nasional.Jakarta Pusat.

Zuardi, R., Irianto, T., & Basuki, S. (2020, February). An Evaluation of Extracurricular Coaches of Elementary School Sports Club. In 1st South Borneo International Conference on Sport Science and Education (SBICSSE 2019) (pp. 110-113). Atlantis Press.

Published
2020-06-30