Pengaruh Pemberian Pseudomonas Kelompok Fluorescens SKM 2 dan Variasi Waktu Inokulasi Virus Terhadap Keparahan Penyakit Mosaik (Tobacco Mosaic Virus) pada Tanaman Cabai Besar (Capsicum annum L.)

  • Nurul . Agroekoteknologi ULM
  • Noor Aidawati Proteksi Tanaman ULM
  • Elly Liestiany Proteksi Tanaman ULM
Keywords: Cabai besar, Pseudomonas fluorescens, TMV, Waktu inokulasi

Abstract

Tobacco Mosaic Virus (TMV) adalah salah satu penyakit yang menyebabkan turunnya hasil cabai. Pengendalian TMV
yang ramah lingkungan dan banyak diteliti adalah menggunakan agens hayati PGPR. Tujuan dari penelitian ini untuk
menguji pengaruh pemberian Pseudomonas kelompok fluorescens SKM2 dan waktu inokulasi virus yang berbeda
terhadap keparahan penyakit TMV pada abai besar (Capsicum annum L.) var. Hot Chilli. Penelitian ini menggunakan
bakteri Pseudomonas kelompok fluorescens SKM2 yang diberikan kepada tanaman cabai dengan perlakuan inokulasi yang
berbeda-beda. Hasil penelitian menunjukkan pemberian PF SKM2 pada tanaman cabai besar dengan waktu inokulasi TMV
yang berbeda dapat memperlambat masa inkubasi virus, menurunkan keparahan penyakit tetapi tidak mempengaruhi
penghambatan virus terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun.

Published
2019-04-18
How to Cite
., N., Aidawati, N., & Liestiany, E. (2019). Pengaruh Pemberian Pseudomonas Kelompok Fluorescens SKM 2 dan Variasi Waktu Inokulasi Virus Terhadap Keparahan Penyakit Mosaik (Tobacco Mosaic Virus) pada Tanaman Cabai Besar (Capsicum annum L.). JURNAL PROTEKSI TANAMAN TROPIKA, 1(3), 50-57. Retrieved from http://jtam.ulm.ac.id/index.php/jpt/article/view/41