Waktu Aplikasi PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) Terhadap Penyakit Antraknosa (Collectotrichumsp.) pada Tanaman Cabai Hiyung

Waktu Aplikasi PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) Terhadap Penyakit Antraknosa (Collectotrichumsp.) pada Tanaman Cabai Hiyung

  • Lasmi Yati Rachma Proteksi Tanaman ULM
  • Ismed Setya Budi Proteksi Tanaman ULM
  • Mariana . Proteksi Tanaman ULM
Keywords: antraknosa, PGPR, waktu

Abstract

Antraknosa (Colletotrichum sp.) merupakan penyakit penting pada buah cabai. PGPR (Plant
Growth Promoting Rhizobacteria) merupakan kumpulan bakteri perakaran pemacu pertumbuhan.
PGPR memiliki pengaruh dalam menekan intensitas serangan penyakit antraknosa karena semua
perlakuan berbeda nyata dengan kontrol. Aplikasi PGPR setiap 10 hari sekali dapat menghasilkan
intensitas penyakit terendah yaitu 1,83%, yang berbeda nyata dengan aplikasi PGPR setiap 7 hari
sekali yaitu 3,33%, lalu waktu aplikasi PGPR setiap 15 hari sekali menghasilkan intensitas serangan
sebanyak 3,57 % yang tidak berbeda dengan 7 hari sekali. PGPR berpengaruh terhadap persentase
pertumbuhan tinggi tanaman yaitu tanpa pemberian PGPR 30,57 % yang berbeda nyata dengan tiga
perlakuan lainnya yaitu setiap 7 hari sekali 42,63 % , setiap 10 hari sekali 51,60 %, dan setiap 15 hari
sekali 41,54 %, tetapi antar perlakuan waktu aplikasi PGPR tidak berbeda nyata.

Published
2018-02-16
How to Cite
Yati Rachma, L., Setya Budi, I., & ., M. (2018). Waktu Aplikasi PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) Terhadap Penyakit Antraknosa (Collectotrichumsp.) pada Tanaman Cabai Hiyung. JURNAL PROTEKSI TANAMAN TROPIKA, 1(1), 1-3. Retrieved from http://jtam.ulm.ac.id/index.php/jpt/article/view/20