Pengaruh Pemberian PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) dan Kompos Kotoran Kelinci terhadap Serangan Antraknosa (Colletothricum sp.) pada Tanaman Tomat

  • Siti Munawaroh Prodi Agroekoteknologi Fakultas Pertanian ULM
  • Yusriadi Marsuni proteksi tanaman ULM
  • Ismed Setya Budi proteksi tanaman ULM

Abstract

Penyakit busuk buah tomat (Colletotrichum sp.) menyebabkan kerusakan dan mempengaruhi kualitas dan kuantitas hasil. Tanda-tanda busuk tersebut diawali dengan adanya lesi kecil, gelap, cekungan yang tampak basah, kemudian diameternya membesar dan menyatu sehingga menyebabkan titik lunak menghilang atau mengering pada bagian cekungan yang melebar dan cekung. Colletotrichum sp. dapat menyebabkan penyakit pada tanaman, seperti cabai, terong, tomat, pepaya, pisang dan tanaman hortikultura lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh PGPR dan kompos kotoran kelinci terhadap serangan antraknosa pada tanaman tomat. Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap dua faktor, yaitu faktor dosis PGPR dan distribusi kompos kotoran kelinci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi PGPR dan kompos kotoran kelinci pada pengamatan 46 hari setelah tanam dengan penambahan PGPR dosis 15 ml dengan kompos kotoran kelinci sebanyak 15 g dan PGPR dalam 30 ml dengan kompos kotoran kelinci sebanyak 30 g, 10,03% dan 11,52% masing-masing dapat menurunkan intensitas serangan antraknosa dibandingkan dengan kontrol yaitu 28,13%. Selanjutnya kompos kotoran kelinci berpengaruh terhadap jumlah buah tomat dengan perlakuan terbaik yaitu pemberian kompos kotoran kelinci sebanyak 22,5 g dan 15 g dengan hasil 3,52 tomat dan 90,10 g. tomat, masing-masing.

Published
2022-05-11
How to Cite
Munawaroh, S., Marsuni, Y., & Budi, I. (2022). Pengaruh Pemberian PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) dan Kompos Kotoran Kelinci terhadap Serangan Antraknosa (Colletothricum sp.) pada Tanaman Tomat. JURNAL PROTEKSI TANAMAN TROPIKA, 5(2), 506-512. https://doi.org/10.20527/jptt.v5i2.1256