PENGARUH LIMBAH CAIR SASIRANGAN TERHADAP MORTALITAS IKAN PAPUYU (Anabas testudineus)

EFFECT OF SASIRANGAN LIQUID WASTE ON MORTALITY OF PAPUYU FISH (Anabas testudineus)

  • Ilin Maulina Universitas Lambung Mangkurat
  • Mijani Rahman Universitas Lambung Mangkurat
  • Zairina Yasmi Universitas Lambung Mangkurat
Keywords: Limbah Cair Sasirangan, Mortalitas, LC50 96 jam, Kualitas Air, Ikan Papuyu (Anabas testudineus), Sasirangan Liquid Waste, Mortality, 96-hour LC50, Water Quality, Papuyu Fish (Anabas testudineus)

Abstract

Kain sasirangan merupakan kain khas Banjar yang dalam proses pewarnaannya menggunakan bahan pewarna sintetik yang mengandung bahan kimia, sehingga limbah yang dihasilkan mengandung berbagai bahan pencemar yang berdampak ke lingkungan perairan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui dampak limbah cair sasirangan terhadap mortalitas Ikan Papuyu (Anabas testudineus) dan menghitung nilai LC50 96 jam. Adapun tahapan dari penelitian ini ada 2, yaitu uji pendahuluan dan uji utama. Data dari uji utama akan dianalisis menggunakan analisis probit untuk mendapatkan nilai LC50 96 jam. Hasil perhitungan nilai LC50 96 jam yang didapat adalah pada konsentrasi limbah 5,84%, dengan beberapa variabel kualitas air yang digunakan sebagai parameter pendukung yaitu pH, DO, suhu dan amonia (NH3).

Sasirangan cloth is a typical Banjar fabric which in the dyeing process uses synthetic dyes that contain chemicals, so that the waste produced contains various pollutants that have an impact on the aquatic environment. The purpose of this study was to determine the impact of sasirangan liquid waste on the mortality of Papuyu Fish (Anabas testudineus) and calculate the value of LC50 96 hours. There are 2 stages of this study, namely the preliminary test and the main test. Data from the main test will be analyzed using probit analysis to obtain a 96-hour LC50 value. The result of the calculation of the 96-hour LC50 value obtained was at a waste concentration of 5.84%, with several water quality variables used as supporting parameters, namely pH, DO, temperature and ammonia (NH3).

Author Biographies

Ilin Maulina, Universitas Lambung Mangkurat

Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan

Mijani Rahman, Universitas Lambung Mangkurat

Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan

Zairina Yasmi, Universitas Lambung Mangkurat

Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan

References

APHA. 1999. Standard Methods For The Examination of Water and Wastewater 20th Edition. Washington: American Public Health Association, American Water Works Assosiation, Water Environment Federation.
Colt, J. E. & David, A. A. 1981. Nitrogen Toxicity to Crustaceans, Fish and Molluscs. Environmental Science.
Hakim, L. N., Syarifudin, A., Sulaiman, H. 2016. Efektivitas Abu Sekam Padi dan Poly Aluminium Chloride Dalam Menurunkan Zat Warna Limbah Cair Industri Sasirangan. Jurnal Kesehatan Lingkungan, Vol. 13 (2).
Hardini, R., Ina, R., Awin, F., Noer, K. 2009. Pemanfaatan Rumput Alang-alang (Imperata cylindrica) Sebagai Biosorben Cr(VI) Pada Limbah Industri Sasirangan Dengan Metode Teh Celup.
Harmita & Maksum, R. 2006. Buku Ajar Analisis Hayati Edisi 3. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Hidayat, R., Odang, C., Alimuddin. 2016. Perbedaan Pertumbuhan Ikan Papuyu (Anabas testudineus) Jantan dan Betina. Jurnal Akuakultur Indonesia, Vol. 15 (1): 8 – 14.
Kemendikbud. 2019. Buku Teks Bahan Ajar Siswa Paket Keahlian: Budidaya Krustacea Pengelolaan Kualitas Air. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Kurniawan, A. 2012. Pengantar Budidaya Ikan Memanfaatkan Lahan Basah Pasca Tambang Timah. Pangkalpinang: UBB Press.
Mariyana., Tri, J., Nurjazuli. 2015. Efektivitas Kaporit dalam Menurunkan Kadar Amoniak dan Bakteri Koliform dari Limbah Cair RSUD Tugurejo Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat, Vol. 3 (1).
McCarty, L. S., C. J. Borgert., L. D. Burgoon. 2020. Evaluation of the Inherent Toxicity Concept in Environmental Toxicology and Risk Assessment. Environ Toxicol Chem, Vol. 39 (12).
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaran Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Lampiran VI untuk Baku Mutu Air Sungai dan Sejenisnya Kelas 3.
Pratama, R. 2019. Efek Rumah Kaca Terhadap Bumi. Buletin Utama Teknik, Vol. 14 (2): 120 – 126.
Salmin. 2005. Oksigen Terlarut (DO) dan Kebutuhan Oksigen Biologi (BOD) Sebagai Salah Satu Indikator Untuk Menentukan Kualitas Perairan. Oseana, Vol. XXX (3): 21 – 26.
SNI 8297.2. 2016. Ikan Papuyu (Anabas testudineus, Bloch 1792) – Bagian 2 : Produksi Benih. Badan Standardisasi Nasional. Jakarta.
Supriyadi, H & Tim Lentera. 2004. Kiat Mengatasi Permasalahan Praktis: Membuat Ikan Hias Tampil Sehat & Prima. Jakarta: AgroMedia.
Syulfia, R., Iskandar, P., Rusliadi. 2015. Pertumbuhan dan Kelulushidupan Ikan Betok (Anabas testudineus) Dengan Padat Tebar Yang Berbeda. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau.
Published
2022-12-31